Rehab dan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa Baru 56 Unit

oleh -462 Dilihat

MATARAM, SR (03/09/2018)

Menteri PUPR, Basuki Hadi Mulyono mengatakan pelaksanaan Inpres No. 5 Tahun 2018 hingga saat ini sudah dilaksanakan verifikasi 261 bangunan dari 972 bangunan fasilitas publik yang mengalami kerusakan. Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan pada 56 unit, terdiri dari 41 unit sekolah, 4 unit rumah ibadah (masjid mushalla), 3 unit pasar, dan 8 unit rumah sakit dan puskesmas. Untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang berjumlah 125.000 unit telah dilakukan verifikasi untuk 32.800 unit rumah yang terdiri atas 11.400 rumah rusak ringan, 3.600 rusak sedang, dan 17.800 rusak berat. Unit rumah contoh dengan teknologi RISHA yang tahan gempa telah dibangun di 20 titik lokasi sebagai contoh bagi masyarakat. Depo-depo bangunan di tingkat kecamatan akan segera dibuka untuk kemudahan distribusi material konstruksi sejak minggu ini dalam jumlah yang cukup banyak dan harga terjangkau yang dikoordinir oleh Kadin NTB.

Rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ditargetkan akan selesai dalam waktu enam bulan kedepan, dengan cara swakelola bergotong royong, didampingi oleh para relawan dan fasilitator, insinyur muda dan mahasiswa teknik, sedangkan untuk fasilitas publik akan diserahkan dan dikerjakan oleh BUMN Karya bekerja sama dengan kontraktor lokal. Pastikan Proses Belajar berjalan Lancar, Presiden Jokowi Temui Para Siswa

Selepas Apel Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi NTB, Presiden RI Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya di di SMP Negeri 6 Mataram, Senin (3/9/2018). Tiba Sekolah yang berlokasi di Jalan Udayana itu, Presiden  didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M.Zainul Majdi langsung berkeliling meninjau kelayakan gedung sekolah. Serta menemui para siswa dan guru, untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan baik dan lancar. Meskipun, sudah beberapa minggu, sejumlah ruang bangunan tidak dapat dipergunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar, akibat gempa bumi. Namun, proses belajar mengajar tetap berjalan baik. Meskipun, seluruh proses belajar mengajar tersebut dilakukan di luar ruangan dengan menggunakan tenda.

Usai berkeliling sekolah, Presiden disambut siswa-siswi yang saat itu serentak menyanyikan yel yel bernada seperti lagu tema Asean Games “Meraih Bintang”. Isi lagu menceritakan doa dan harapan seluruh siswa, agar gempa bumi yang melanda Lombok, dapat segera berakhir. Suasana menjadi meriah, karena Presiden langsung ikut bernyanyi dan berjoget dayung, seperti yang berulangkali dilakukannya saat menyaksikan pembukaan dan penutupan Asean Games, yang viral di sosial media. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *