Gubernur NTB Apresiasi Kinerja Bawaslu

oleh -361 Dilihat

MATARAM, SR (29/09/2018)

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di NTB, karena dinilai telah bekerja dengan baik dan berhasil dalam mengawal kontestasi Pilkada serentak di NTB, 28 Juni 2018 lalu. Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri rapat koordinasi evaluasi pengawasan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018 di Hotel Grand Legi Mataram, Sabtu (29/9/2018). “Alhamdulillah, Pilkada kemarin telah berjalan lancar, di samping karena kepiawaian pihak KPUD, juga berkat kinerja seluruh jajaran Bawaslu, mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga wilayah kecamatan,” kata Gubernur di hadapan seluruh peserta Rakor yang hadir.

Kedepannya, Gubernur berharap cara kerja Bawaslu ini bisa terus dilanjutkan, sehingga konsolidasi demokrasi di NTB akan terus berlangsung baik. Kesempatan itu, Gubernur juga menghimbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mengawal proses politik, utamanya Bawaslu, untuk senantiasa menegakkan aturan main, disiplin, dan saling menghormati. “Berkecimpung dalam dunia politik, kita dituntut pandai mengendalikan perasaan dan pikiran, namun harus tetap fleksibel dan berintegritas,” pesannya sembari menekankan pentingnya rapat evaluasi seperti yang digelar Bawaslu tersebut, sebagai salah satu cara mempersiapkan diri, agar kedepannya bisa lebih siap dan waspada dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses pemilu.

Rapat koordinasi menghadirkan peserta dari jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota, tim kampanye pasangan calon yang berlaga pada pilkada kemarin. Termasuk juga dari kalangan partai politik, pers, serta relawan dari organisasi kemahasiswaan dan ormas, termasuk KPU, yang ikut secara langsung melakukan pengawasan partisipatif dalam pemilu lalu.

Rakor dibuka Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Abhan, SH. Sebelum membuka Rakor, Abhan menyampaikan hal senada.  Bahwa evaluasi demikian penting dilakukan, agar segala proses pengawasan kedepannya berjalan lebih baik. Terlebih, sebentar lagi Indonesia akan kembali dihadapkan pada pemilu nasional, yakni pilpres dan pemilihan legislatif yang akan terlaksana pada saat bersamaan. “Ini hal baru yang belum pernah kita alami. Tantangan pemilunas ini tentu tidak sama dengan Pilgub di NTB, yang kontestannya hanya empat. Sementara di tingkat Nasional, yang diawasi akan sangat banyak. Ada 16  partai yang calegnya banyak, mulai tingkat provinsi kabupaten/ kota, sehingga lebih banyak diawasi oleh jajaran penyelenggara pemilu. Tentu dinamika di lapangan akan berbeda,” terangnya.

Karenanya lanjut Abhan, diperlukan kerja pengawasan yang profesional. Dalam konteks itu, maka evaluasi dinilainya sangat penting untuk menghimpun kembali apa saja yang kurang dari pengawasan yang lalu,  untuk kemudian diatur kembali strategi agar pelaksanaan pemilu selanjutnya bisa lebih baik lagi. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *