MATARAM, SR (22/08/2018)
Ketua Umum Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDIP, Ribka Ciptaning mengatakan secara umum proses penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara sudah berjalan dengan baik. Distribusi bantuan kemanusiaan oleh pemerintah dan relawan untuk para pengungsi sudah merata bahkan berlebihan. Aliran listrik di sebagian wilayah sudah berjalan normal. Namun demikian Pemda KLU perlu segera memulihkan jaringan pipa air PDAM yang rusak. “Management pendistribusian pasokan air bersih di sejumlah titik konsentrasi pengungsi masih kurang maksimal ,” ujar Ribka Ciptaning usai melakukan peninjauan lapangan bersama Tim Baguna dan Pengurus DPC PDIP KLU ke sejumlah titik pengungsi, Selasa (21/8).
Dari kunjungan lapangan tersebut, pihaknya mendengar aspirasi para pengungsi di Pemenang, Tanjung, Gangga/Bentek dan Kayangan yang mengeluhkan pasokan air bersih yang tidak merata dan tidak jelas jadwal distribusinya. “Jika hal ini dibiarkan terlalu lama dan berlarut-larut akan menjadi preseden yang tidak baik bagi proses penanganan gempa KLU,” ungkapnya didampingi ajudan dan staf ahlinya Ida Rappe dan Martamah.
Ribka menambahkan permasalahan air bersih di KLU tidak hanya terjadi pada saat gempa, tetapi jauh sebelum gempa di beberapa kawasan Lombok Utara. Mereka kesulitan mendapatkan akses air bersih apalagi jika musim kemarau tiba. “Untuk itu Pemda KLU dan stakeholder lain paska tanggap darurat ini perlu memikirkan secara serius ketersediaan jaringan pipanisasi air bersih ke semua wilayah di Lombok Utara agar masyarakat mudah mengaksesnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” tambahnya.
Terkait aksi Bhakti sosial BAGUNA PDIP untuk korban di Lombok, Ribka Ciptaning menyatakan Baguna Pusat menerapkan sistem rolling minimal dua minggu sekali. Masing-masing Baguna DPD PDIP luar NTB ditugaskan memback up dalam menangani korban gempa di Lombok dengan berbagai layanan bantuan kemanusiaan, termasuk medis maupun trauma healing. “Hari Kamis ini (23/8) ada tim Baguna dari Jawa Barat turun ke Lombok, sebelumnya Baguna DKI membuka dapur umum di Tanjung KLU. Sementara Baguna DPD PDIP Jawa Timur masih membuka layanan dapur umum dan medis di wilayah Pemenang,” ujar Anggota DPR RI Komisi 9 dari Fraksi PDI Perjuangan.
Dalam kunjungan ke Lombok Utara ini Ribka Ciptaning yang didampingi Ketua DPC PDIP Kota Mataram, I Wayan Sugiartha menyerahkan sejumlah paket bantuan dari Baguna di sejumlah titik pengungsi untuk bisa didistribusikan kepada yang berhak. Selain itu Baguna juga menyerahkan bantuan kemanusiaan lewat DPD PDIP NTB yang diwakili Edi Sukmono selaku penanggungjawab operasi kemanusiaan Baguna PDIP untuk Gempa Lombok. “Untuk korban gempa di Pulau Sumbawa, khususnya di Kecamatan Alas, Baguna PDIP secepatnya akan turun,” janji Ribka sembari menginformasikan Kamis (23/8) puluhan ibu-ibu atau isteri anggota DPR RI Fraksi PDIP akan mengunjungi lokasi gempa dipimpin Ibu Maria–isteri Sekjen PDIP Hasto Kristianto.
Doa dari Arofah untuk korban Gempa Lombok-Sumbawa
Terpisah Ketua DPD PDI NTB, H Rachmat Hidayat menyampaikan terima kasih atas kepedulian Baguna PDIP dalam membantu meringankan penderitaan warga korban gempa di Lombok. “Masyarakat korban gempa tentu akan mencatat dan mengingat setiap niat baik yang dilakukan Baguna ini,” katanya.
Selain itu Rachmat menginformasikan Menteri Agama RI mengajak seluruh jamaah haji Indonesia juga jamaah sedunia untuk mendoakan Lombok-Sumbawa segera pulih dan terhindar dari bencana gempa. “Menteri Agama mendoakan korban yang meninggal agar mati syahid,” kata Rachmat mengutip khotbah Menteri Agama RI saat Wukuf di Padang Arofah.
Pemulihan Paska Gempa
Terkait pemulihan paska gempa bumi 7 SR di Lombok Utara, Ketua DPC PDIP KLU, Raden Nuna Abriadi mengakui bahwa korban bencana di wilayah Kecamatan Gangga dan Kayangan sangat membutuhkan air bersih. “Banyaknya jaringan pipa air PDAM yang rusak dan beberapa titik seperti di Selengen, Boyotan samasekali tidak tersedia sumber air. Untuk jangka pendek Pemda harus segera mengirimkan tandon tandon air untuk masarakat, dan membangun kembali tempat-tempat ibadah yang hancur,” pinta Raden Nuna.
Selain itu Ia berharap pemerintah KLU segera mengadakan Rakor lengkap agar persoalan masyarakat yang belum tertangani bisa diselesaikan terutama menyangkut penanganan paska gempa dan keberlanjutan distribusi logistik untuk pengungsi agar lebih adil dan merata. (SR)






