SUMBAWA BESAR, SR (24/07/2018)
Program Gema Literasi di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Utara yang dilaksanakan Yayasan Sayangi Tunas Cilik, telah berakhir. Senin (23/7) kemarin, digelar penutupan program tersebnut yang dirangkaikan dengan Perayaan Hari Anak Nasional di Aula Madelau ADT lantai III Kantor Bupati Sumbawa. Hadir dalam acara tersebut Bupati Sumbawa, Wakil Bupati Lombok Utara, Pimpinan OPD Pemkab Sumbawa dan Pemkab Lombok Utara.
Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya menyatakan bahwa gerakan Literasi di sekolah saat ini tengah dilakukan oleh pemerintah pada berbagai jenjang pendidikan, tidak terkecuali pada jenjang sekolah dasar (SD). SD merupakan awal dari Pendidikan Dasar 9 (sembilan) tahun, sehingga gerakan penumbuhan minat baca sangat strategis untuk dilakukan. Walau demikian ungkap Bupati, sebelum masuk SD, ada anak-anak yang telah cukup akrab dengan buku pada masa Pendidikan Usia Dini (PAUD). Optimalisasi gerakan-gerakan literasi pada jenjang SD perlu didukung dan dioptimalkan. Itulah mengapa tahun 2017 lalu Pemerintah menerbitkan Peraturan Bupati nomor 5 tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Gerakan Literasi di Sekolah Dasar. Keberadaan Perbup tersebut diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun minat baca sejak dini bagi setiap anak peserta didik sekolah dasar di Kabupaten Sumbawa. Dengan kata lain, pembiasaan membaca di SD akan menjadi pondasi pada seorang siswa. Ketika membaca telah menjadi hobi, maka hal tersebut akan dilakukan dengan penuh suka cita dan penuh cinta.
Menurut Bupati, adanya program “Gema Literasi” tersebut menjadi salah satu media yang dapat mendorong para siswa sekolah dasar untuk mengembangkan dan menempa kemampuan literasinya dengan baik. Untuk itu, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Sayangi Tunas Cilik selaku partner of save the children yang telah mengimplementasikan program tersebut pada 25 sekolah dasar di Kabupaten Sumbawa dan 25 sekolah dasar di Kabupaten Lombok Utara. “Semoga program “Gema Literasi” ini dapat terus berkembang guna menggugah semangat anak-anak untuk meningkatkan kualitas literasinya,” harap Bupati.
Sebelumnya perwakilan Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Silveruis Tasman Muda mengatakan bahwa kegiatan program gema literasi sekaligus perayaan hari anak tersebut mengangkat tema “Anak Indonesia Jenius, Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat”. Tujuan pembangunan berkelanjutan yang ingin dicapai pada tahun 2030 dapat dipastikan bahwa semua anak laki-laki dan perempuan menyelesaikan pendidikan dasar tanpa dipungut biaya, adil dan berkualitas, mengarah kepada pembelajaran yang relevan. Definisi operasional dari tujuan pembelajaran tersebut adalah persentase anak-anak dan orang tua di akhir tingkat pendidikan dasar dan menengah mencapai setidaknya tingkat kemahiran minimal dalam membaca dan Matematika.
Dilaporkan pula bahwa Yayasan Sayangi Tunas Cilik dalam satu tahun terakhir telah melalui salah satu rintisan program inovasi yaitu gema literasi yang secara tidak langsung berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut. Gema literasi merupakan rintisan program Inovasi, melaksanakan program di 50 Sekolah Dasar yang tersebar di Kabupaten Sumbawa dan Lombok Utara. Untuk mendukung kegiatan tersebut beberapa kegiatan sudah dilakukan yakni pelatihan dan pendampingan guru tentang percepatan keaksaran, dengan menitik-beratkan pada keterampilan dasar yaitu pengetahuan huruf, kosakata, kelancaran membaca, kecepatan membaca, dan skill yang paling tinggi adalah pemahaman membaca.
Perwakilan Palladium Inovasi Edy Herianto dalam sambutannya mengatakan Yayasan Sayangi Tunas Cilik adalah salah satu yayasan yang berkiprah di dalam Program Inovasi yang dimulai sejak tahun 2016. Inti dari Inovasi adalah satu program yang dibiayai oleh Pemerintah Australia. Program inovasi tersebut harus didukung dengan APBD, sejak 2016 salah satu syarat yang harus diikuti kabupaten yang ingin bergabung dengan program Inovasi adalah Kabupaten harus menyiapkan dana APBD. Sumbawa, KSB Dompu, Bima dan KLU, dan Lombok Tengah telah menyiapkan dana itu sejak 2016. Literasi bukan hanya baca dan tulis meski dalam program Inovasi bagaimana memaknai suku kata, mengerti suku kata, dan mengerti kalimat dan bahkan memahami kalimat. Tetapi yang paling penting adalah kemampuan literasi bagaimana seseorang dapat memahami serta mematuhi dari sebuah kalimat. Yang sangat menarik adalah Kabupaten Sumbawa adalah Kabupaten yang satu-satunya pengembangan Program Inovasinya sudah sampai tingkat SMP. Sedangkan kabupaten lain masih tingkat SD.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lombok Utara, Syarifuddin SH MH mengatakan jika berbicara tentang pendidikan, anak, dan literasi tentu bermuara pada masa depan anak. Karena itu ia sangat mendukung Program Inovasi tersebut. “Insya Allah dalam sisi kebijakan pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah melakukan beberapa langkah untuk mendorong berkembangnya program pendidikan,” ucapnya.
Dalam menyemangati dan mendidik anak-anak dimulai sejak dini untuk mengajar anak agar cinta terhadap buku. Sebab buku merupakan bagian dari jendela dunia untuk mereka berkembang di masa depan. Karena banyak sekali di desa-desa yang mengeluhkan infrastruktur yang kurang mamadai seperti pada kelompok-kelompok pembelajaran. Yakni PAUD, TK, dan lainnya. “Jika pemerintah daerah dapat memenuhi kebutuhan kelompok itu, insya Allah dapat menjadi benteng bagi daerah dan lebih bisa berkembang,” pungkasnya. (JEN/SR)






