SUMBAWA BESAR, SR (11/05/2018)
Sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas organisasi dan penyebarluasan prinsip dasar kepalang-merahan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumbawa melaksanakan Rapat Kerja dan Diklat Orientasi Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Sumbawa, Jum’at (10/5). Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Sernu Raya Sumbawa Besar ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa.
Bupati Sumbawa yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H. Rasyidi Mukhtar dalam sambutannya menyatakan bahwa Palang Merah Indonesia merupakan salah satu garda terdepan dalam menangani masalah kemanusiaan. PMI adalah tempat bernaungnya orang-orang yang berorientasi untuk membantu meringankan beban orang lain. Relawan atau pengurus PMI adalah orang-orang terpilih. “Sebagai pengurus PMI, saya bangga, karena kita mampu berbagi dengan orang lain yang menemui kesulitan, dan bencana. Dengan darah, kita mampu menyelamatkan nyawa mereka,” ungkap Haji Rasyidi akrab Sekda disapa.
PMI Kabupaten Sumbawa ungkapnya, telah eksis selama beberapa periode kepengurusan dan banyak melakukan perubahan, seperti dalam hal perbaikan infrastruktur markas PMI dan fasilitas Unit Transfusi Darah. Peran PMI sangat dirasakan manfaatnya dalam masyarakat. PMI tidak hanya bertugas saat melakukan donor darah, tetapi juga ikut terlibat dalam menangani berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial kemanusiaan. Keberadaan PMI telah menjadi kontributor bagi penghormatan terhadap jiwa dan kehidupan kemanusiaan, dengan memberikan bantuan dan meringankan penderitaan sesama manusia tanpa membedakan agama, bangsa, suku, golongan bahkan warna kulit dan bahasa.

Haji Rasyidi yang juga Ketua PMI Kabupaten Sumbawa ini berharap materi yang didapatkan oleh peserta pada kegiatan tersebut dapat lebih komprehensif, menyangkut pemahaman tentang organisasi PMI, pengetahuan mengenai kepalangmerahan serta penguatan karakter dan nilai-nilai kepalangmerahan sehingga dapat terimplementasikan dalam manajemen dan pelayanan PMI ke depannya. Diharapkan pula agar penggalangan dana lebih ditekankan sehingga PMI menjadi lebih mandiri. Tentunya dengan tidak mengurangi pentingnya bantuan Pemerintah Daerah bagi PMI untuk menunjang kegiatan operasionalnya. “Hal ini penting untuk dipahami, karena potensi bencana kemanusiaan ke depan boleh jadi tidak akan lebih ringan dibandingkan dengan keadaan masa sekarang. Sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi yakni dengan menggalang seluruh potensi yang ada dalam masyarakat. Bukan hanya aspek finansial, tetapi juga dalam bentuk dukungan moral terhadap tugas-tugas pengelolaan transfusi darah, pelayanan sosial dan kesehatan, serta pembinaan generasi muda melalui aktivitas KSR (Korps Suka Rela), baik dari tingkat perguruan Tinggi, SMA, SMP, SD. Dan ke depan diharapkan ada kerja sama dengan pemerintah desa, dusun, bahkan RT/RW agar PMI bisa bergerak maju dan dinamis sehingga PMI bisa lebih baik lagi,” paparnya.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili salah satu pengurusnya, Dr. Syahruddin menyampaikan bahwa PMI adalah organisasi yang sangat luar biasa manfaatnya bagi kemanusiaan. Ia berharap penyusunan program PMI tidak muluk-muluk, tetapi lebih sederhana sehingga bisa diterapkan dalam masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Diingatkan juga program PMI diusahakan connect dengan program pemerintah daerah dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Dan dalam penyusunan program harus bekerjasama dengan berbagai unsur misalnya pengusaha sehingga program bisa terlaksana dengan baik. Harapan ke depan di Kabupaten Sumbawa ada desa khusus untuk donor darah sebagai pilot project seperti yang sudah ada di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Dompu.
Terkait Pulau Sumbawa yang rawan bencana, Syahruddin meminta program PMI dapat tersusun dan saling terkait antara Kabupaten Sumbawa dengan kabupaten lainnya. Dalam program disisipkan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan TNI/Polri, sehingga bukan hanya masalah donor darah dan bencana, tetapi PMI dapat hadir membantu masyarakat dalam layanan sosial seperti penanganan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender), pencegahan narkoba, dan pergaulan bebas.
Sebelumnya, Ketua Panitia, Drs. Kaharuddin HM M.Si melaporkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk menyusun program Palang Merah Indonesia Tahun 2019–2022. Peserta yang hadir 23 orang dari kecamatan, 50 orang peninjau dari Korps Sukarela (KSR) unit Universitas Teknologi Sumbawa, KSR Universitas Samawa, dan KSR Kabupaten Sumbawa, dengan pemateri dari internal PMI Kabupaten Sumbawa, dan Kepala Unit Transfusi Darah. (JEN/SR)









