DENPASAR, SR (31/05/2018)
Tim Instalasi Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar memastikan bahwa KS (20) siswi SMK yang jenazahnya ditemukan di rumah kos-kosan di Buleleng , dalam keadaan tengah mengandung bayi. Hal tersebut diketahui berdasarkan pada temuan janin bayi yang sudah berumur sembilan bulan di dalam rahimnya, kata Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah Denpasar dr Dudut Rustyadi, di Denpasar, Kamis (31/5).
Ia mengungkapkan, bayi yang ditemukan dalam kandungan KS sudah dalam keadaan terbentuk, berjenis kelamin laki-laki. Bayi memiliki panjang badan 47 cm dengan berat 2,1 kg. Dari perwujudan bayi seperti itu, menunjukkan bahwa bayi sudah cukup umur dalam kandungan. Dokter Dudut mengatakan, bayi dalam kandungan ibunya yang sudah menjadi mayat itu sudah berhasil dikeluarkan. “Begitu dikeluarkan, bayi sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Mengenai hasil autopsi terhadap jenazah KS, dr Dudut menduga kuat korban meninggal dunia karena bunuh diri dengan meminum obat pencahar atau penggugur kandungan. “Penyebab kematian korban dipastikan bukan karena tindak penganiayaan. Pada bagian tubuh luar korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas tindak kekerasan atau luka-luka,” jelasnya.
Dikatakan, untuk lebih memastikan penyebab kematian siswi kelas XII pada sebuah SMK di Buleleng, Bali bagian utara itu, Tim Forensik melakukan pemeriksaan toksikologi. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk dapat mengungkap jenis obat atau zat-zat tertentu yang berujung pada peristiwa kematian KS. “Tim forensik sudah mengambil sampel darah, air kencing, cairan kandungan empedu dan bagian hati. Karenanya, untuk mengetahui secara lebih pasti mengenai penyebab kematian korban, pihaknya masih harus menunggu hasil tes toksikologi selama kurang lebih dua pekan,” katanya.
Ia mengungkapkan, atas persetujuan pihak keluarga dan aparat kepolisian, RSUP Sanglah Denpasar berencana melakukan tes DNA guna mengetahui siapa sesungguhnya ayah dari si bayi di dalam kandungan KS. Selain itu, pihak rumah sakit juga berencana mengambil DNA untuk mencari kemungkinan ayah biologis dari bayi tersebut. Tes DNA akan diambil setelah pemeriksaan toksikologi, kata dr Dudut.
Gadis asal Desa Musi, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng itu, ditemukan sudah menjadi mayat pada Hari Minggu (27/5) lalu di rumah kosnya di Banjar Kuta Banding, Desa Kubutambahan, Buleleng. Pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan menduga korban tewas setelah meminum obat penggugur kandungan. Dugaan itu dikaitkan dengan ditemukannya beberapa jenis obat penggugur kandungan di lokasi kejadian. (SR)






