Seorang Mahasiswa Ngaku Bawa Bom, Penumpang Lion Air Panik, 11 Luka-luka

oleh -435 Dilihat
Frantinus Nirigi penumpang Lion Air diamankan setelah ngaku bawa bom

PONTIANAK, SR (29/05/2018)

Puluhan penumpang Pesawat Lion Air JT-687 di Bandara Internasional Supadio Pontianak Provinsi Kalimantan Barat, panik. Mereka yang sudah berada di dalam pesawat berhamburan menyelamatkan diri melalui pintu darurat pesawat. Akibatnya ada beberapa penumpang yang mengalami luka-luka akibat lompat dari sayap pesawat. Peristiwa ini terjadi Senin 28 Mei 2018 pukul 18.20 WIB. Ini gara-gara salah seorang penumpang Frantinus Nirigi yang menyampaikan bahwa barang bawaannya tersebut adalah “Bom” ketika Pesawat Final Gate. Frantinus Nirigi merupakan Mahasiswa Universitas Tanjung Pura Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Sarjana S1 Prodi Ilmu Administrasi Negara.

Informasi dari koresponden SAMAWAREA menyebutkan, bahwa pukul 18.20 WIB, Pesawat Lion Air JT-687 tujuan Jakarta Boording. Saat itu Frantinus Nirigi memasuki Pesawat Lion Air JT-687. Ketika memasukkan barang ke Cabin Pesawat pramugari atas nama Cyndi menanyakan barang bawaan Farantinus Nirigi yang kemudian dijawab ada Bom. Jawaban Farantinus ini didengar penumpang lainnya. Situasi tenang berubah panik. Penumpang berhamburan dan berdesak-desakan untuk keluar dari Pesawat Lion Air JT 687. Pramugari yang ada tidak bisa menenangkan penumpang dan ada penumpang yang membuka pintu darurat (emergency) untuk keluar dari pesawat. Selanjutnya penumpang ini melompat ke bawah, tanpa melalui tangga darurat sehingga menyebabkan luka-luka. Ada 11 korban luka dan dirawat. Yaitu Fikri Seat 18 D, Musanip Seat 27 E, Suwarni Seat 21 A, Hin Djap Seat 21 B, Purnama Sari Seat 28 E, Rusli Seat 26 F, dan Iyan Wijaya Seat 19 D. Sedangkan korban luka yang tidak dirawat adalah Dadang Seat 15 E, Ferdi Seat 32 C, Bao Yi Seat 24 E (penumpang yang membuka pintu darurat) dan Alqadri Jafar Seat 17 D.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Frantinus Nirigi diamankan di Airport Duty Officer Bandara Internasional Supadio untuk dilaksanakan pemeriksaan oleh Security Avsec dan pihak kepolisian. Selain itu barang bawaannya diamankan. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan barang yang mengarah kepada Bom. Frantinus mengaku dia membawa laptop bukan bom. Selanjutnya pukul 20.25 WIB, Fransiskus Nirigi dibawa ke Polresta Kota Pontianak untuk diproses lebih lanjut. Untuk diketahui perbuatan Frantinus Nirigi tersebut mengakibatkan batalnya penerbangan ke Jakarta. Penerbangan Frantinus Nirigi sendiri tujuan terahirnya Jayapura. (SR)

bawaslu

Response (1)

  1. Jika ada yg seperti itu sepantasnya diberi hukuman biar ada efek jera bagi siap pun yg bermain2 Bulan pada tempatnya, Dan efek jera bagi orang2 yg suka memberikan jawaban yg tidak semestinya dikeluarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *