KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PUPR SUMBAWA BARAT BIDANG CIPTA KARYA
SUMBAWA BARAT, SR (31/05/2018)
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menyatakan akan segera mengoperasikan satu unit bangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dengan kapasitas 25 kubik per hari, yang mengolah limbah tinja menjadi pupuk. “Alhamdulilah, dibangun dengan dana APBN, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum KSB, Abdul Aziz ST,. M.Eng, Rabu (30/5).
Ia mengatakan, instalasi itu dibangun pada tahun 2016 melalui Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan dan Permukiman (Satker PLP) Kemen-PUPera itu mampu menampung 25 meter kubik perhari tinja. Programnya saat ini menunggu terbentuknya Peraturan Bupati (Perbup) terkait pembentukan kelembagaannya. “Draft nya sudah kita sediakan, jika sudah rampung maka usaha tersebut dapat menghasilkan dana besar sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Azis.
Pemerintah Daerah KSB menilai jika hal ini diwujudkan dengan baik, maka limbah WC masyarakat tidak perlu dikhawatirkan lagi, semua tinja akan disedot dan dibawa ke IPLT di Desa Batu Putih untuk diolah secara baik sebagai pupuk yang bermanfaat bagi pertanian warga. Saat ini pihaknya sudah memiliki satu unit armada sebagai fasilitas pengangkut tinja, dan ada dua lagi yang dijanjikan pusat.
Menurut Aziz, armada itu nantinya akan beroperasi mengelilingi sejumlah wilayah di KSB mendatangi rumah warga yang akan disedot tinjanya sebagai pelayanan khusus. Namun sebelumnya akan ada sosialisasi terlebih dahulu untuk membantu penyampaian informasi terkait daerah telah memiliki unit pengolahan tinja tersebut. Tinja dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk yang menguntungkan, bisa digunakan oleh masyarakat petani untuk berbagai kebutuhan penyubur tanah dan tanaman yang sangat bernilai tinggi bagi produksi hasil pertanian dan pupuknya gratis bagi masyarakat.
Terkait dengan pengelolaan manajemennya, ungkap Azis, langsung ditangani Dinas PU khususnya UPTD terkait, dan dalam pengoperasiannya juga akan didampingi ahli dari pusat. “Jadi semua petugas akan dilatih dulu cara mengoperasikan sampai dengan manajemennya, dari pusat juga akan mendampingi sampai terbentuknya Raperda Retribusi, tapi untuk sementara sebelum ada Perda semua digratiskan terlebih dahulu,” jelasnya.
IPLT ini lanjutnya, akan mulai beroperasi setelah Lebaran Idul Fitri, dan pihaknya melayani masyarakat via telepon atau didatangi secara langsung. Langkah ini berkorelasi dengan program daerah Jambanisasi melalui bantuan puluhan ribu Septictank untuk ramah lingkungan, yang akan membuat lingkungan KSB menjadi sehat. (HEN/SR)






