KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BNN KABUPATEN SUMBAWA
SUMBAWA BESAR, SR (08/05/2018)
Menekan angka penyalahguna narkoba di Kabupaten Sumbawa menjadi komitmen Badan Narkotika Nasional (BNN). Berbagai upaya dilakukan termasuk menggiatkan sosialisasi di berbagai tempat dan menyasar semua elemen masyarakat. Hasilnya cukup signifikan. Banyak pecandu narkoba yang secara mandiri melakukan rehabilitasi. Ada juga pecandu narkoba yang diantar keluarganya. Seperti yang dilakukan AJS (33 tahun) warga BTN Olat Rarang, Selasa (8/5). Didampingi Taufik Hidayat Staf Seksi Rehabilitasi BNN Sumbawa, AJS melakukan rehabilitasi rawat jalan atau konseling awal di RSUP Manambai Abdulkadir. AJS langsung ditangani dokter umum setempat, dr. L. Bayu Erdian Raharja.
Kepala Seksi Pencegahan dan Dayamas BNN Sumbawa, Nursyafruddin, A.Md yang dihubungi SAMAWAREA, mengakui jika rehabilitasi tersebut atas keinginan dari klien. Untuk tahapan selanjutnya konselor akan melakukan Assessment secara mendalam mengingat klien adalah pengguna narkotika jenis shabu sejak tahun 2017 dan terakhir pemakaian seminggu sebelum datang rehabilitasi. Korban menggunakan narkotika tidak atas keinginan sendiri tetapi dipengaruhi oleh teman sepermainannya. Guna menghindari ketergantungan secara berkepanjangan, upaya rehabilitasi menjadi solusi.
Untuk diketahui, sudah lebih dari 100 orang pecandu narkoba yang secara sadar datang untuk direhabilitasi. Ini tidak terlepas dari gencarnya BNN Sumbawa melakukan sosialisasi dengan penekanan hak dan kewajiban pecandu. Haknya direhabilitasi, kewajibannya melaporkan diri. Rehabilitasi melalui BNN digratiskan. Untuk rehabilitasi ini, dapat dilakukan di Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA). Rumah sakit yang berlokasi di KM 7 Sumbawa ini menjadi salah satu dari tiga rumah sakit di Indonesia yang mengantongi izin Menteri Kesehatan untuk melayani rehabilitasi narkoba. Nantinya rehabilitasi tersebut juga dapat dilayani di RSUD Sumbawa dan 5 puskesmas di daerah ini yang dalam waktu dekat akan mengantongi izin dari Menkes. Selain itu BNN Sumbawa segera memiliki Klinik Pratama BNN untuk menangani para pecandu narkoba. Rehabilitasi ini upaya BNN memperkecil peredaran dan pengguna narkoba. Keduanya saling terkait. Banyak pengguna maka akan banyak permintaan yang pastinya banyak peredaran. Karena itu BNN berusaha untuk merehab pengguna guna meniadakan permintaan. Ketika permintaan tidak ada maka peredaran akan hilang.
Nursyafruddin mengapresiasi inisiatif masyarakat terutama pecandu narkoba untuk direhabilitasi. Secara tidak langsung dia ikut serta dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). (JEN/SR/*)






