SUMBAWA BESAR, SR (08/05/2018)
Sejauh ini Polres Sumbawa baru mengungkap satu kasus teror panah dengan menangkap satu orang pelaku. Pelaku berinisial AS (19) warga Kecamatan Badas ini ditangkap Tim Buru Sergap (Buser) Reserse Kriminal (Reskrim) terkait korban Yandi Juniansyah (15) pelajar asal Desa Mama, Kecamatan Lopok. Sementara pelaku untuk korban lainnya masih dalam pencarian. Ada tiga korban yang sampai saat ini pelakunya belum terungkap. Para korban ini adalah Samsul Hadi, Irfan Febriansyah Anugrah Pratama—keduanya warga Kelurahan Pekat, dan Andi Rizal warga Dusun Sering Atas Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes.
Dikonfirmasi SAMAWAREA, Selasa (8/5), Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Zaky Maghfur SIK mengakui jika nama-nama pelaku sudah dikantongi. Para pelaku ini diidentifikasi berjumlah tiga orang. Jajarannya masih berusaha keras untuk menemukan tempat persembunyian ketiga orang tersebut. “Kita sudah mengantongi nama-nama siapa pelaku-pelaku itu. Prosesnya tetap kita atensi dan perhatikan dengan serius,” ujar AKP Zaky saat ditemui di ruang kerjanya.
Sebelumnya Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT menyambangi para korban termasuk bersilaturahim dengan keluarganya. Diawali dengan mendatangi Samsul Hadi dan Irfan Febriansyah Anugrah Pratama, korban yang tinggal di Kelurahan Pekat Kecamatan Sumbawa. Kedua korban ini dipanah orang tak dikenal di depan Hotel Harapan. Selanjutnya Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim AKP Zaky Maghfur, Kanit Pidum II Sat Reskrim IPDA Nurwakit beranjak ke kediaman Andi Rizal di Dusun Sering Atas Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes. Andi dipanah orang tak dikenal di depan Puskesmas Kerato. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Bhayangkara Sumbawa ini disambut hangat keluarga korban. Mereka tak menyangka akan didatangi tamu terhormat. Dalam kesempatan itu Kapolres Yusuf Sutejo menyampaikan agar keluarga korban dapat bersabar dan menahan diri untuk tidak bertindak melawan hukum serta menyerahkan penanganan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian. (JEN/SR)






