Gunung Agung Meletus, Kolom Abu Setinggi 1000 Meter

oleh -314 Dilihat

AMLAPURA, SR (19/05/2018)

Gunung Agung memang sempat terlihat tenang. Namun kemarin tiba tiba Gunung dengan tinggi 3.142 Mdpl tersebut mengalami erupsi. Erupsi kali ini dengan kolem abu setinggi 1000 meter condong ke tenggara atau arah Bebandem. Terlihat juga asap kawah bertekanan sedang teramati dengan warna kelabu dan putih dengan intensitas sedang. Letusan terjadi dengan amplitude 10 mm dan durasi 240 detik. Selain itu kemarin juga sempat terjadi tektonik jauh dengan amlitudo 12 mm dengan durasi 140 detik. Letusan terjadi pukul 17.19 wita. Awalnya abu condong ke tenggara kemudian berubah ke Selatan. Tidak ada laporan hujan abu pada letusan kali ini. Sementara itu pihak BVMBG melalui pos pemantau Gunung Agung di Rendang menegaskan bahwa Gunung Agung masih dalam level III atau siaga. Pihak BVMBG sendiri telah mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat sekitar Gunung Agung dan pendaki serta wisatawan agar tidak berada atau melakukan pendakian di zona perkiraan bahaya. Dimana zona perkiraan bahaya telah ditetapkan dengan radius 4 km dari puncak Gunung Agung.

Menurut tim Pos pengamatan Gunung Agung Dewa Made Mertha Yasa mengakui kalau zona perkiraan bahaya ini sifatnya dinamis. Dan terus dievaluasi dan bisa berubah sewaktu-waktu. Ini mengikuti data perkembangan pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

Sementara itu diminta masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landasan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Meskipun terjadi letusan namun warga yang berada di lereng Gunung Agung tetap tenang. Mereka malah tetap beraktifitas seperti biasa. Ini juga terlihat warga di sekitar Dusun Tukad Sabuh, Desa Duda Utara, Selat, Karangasem dengan radius sekitar 8 km dari Gunung Agung. Kawasan ini masuk KRB II yang beberapa waktu lalu sempat mengungsi. Dari pantauan kemarin warna nampak tenang. Kebetulan saat erupsi terjadi cuaca cukup cerah dan mereka juga baru pulang dari bekerja. “Ya, tahu ada erupsi. Namun tidak sampai buat panik,” ujar Ketut Sokir warga Tukad Sabuh.

Dirinya juga tetap beraktifitas seperti biasa. Dan warga sekitar Dusun Tukad Sabuh juga tetap tenang. Hal yang sama juga dikemukakan Ketua Pesebaya Agung Gede Pawana. Pihaknya mengatakan kalau tidak ada kepanikan dengan erupsi kali ini. Bahkan di kabarkan juga saat terjadi erupsi ada warga yang sedang melakukan pendakian. Bahkan fofo foto warga tersebut sempat viral di medsos dengan berselfi ria dengan latar belakang asap kelabu dari kepundan Gunung Agung. Pawana sendiri mengakui kalau memang ada yang mendaki kemarin dan terjadi letusan.

Sementara itu menurut pihak BVMBG Devi Kamil Syahbana mengatakan kalau erupsi seperti itu wajar. Karena Gunung Agung sendiri masih di level III dan alat sesmik juga masih merekam adanya gempa vulkanik dan tektonik di sisi utara Gunung Agung. Diakui memang sempat nihil terjadi gempa. Namun itu dari pemantauan beberapa jam saja. Hanya sejak beberapa hari trend kegempaan terus terjadi. Ini menandakan masih terjadi suplai magma di dalam gunung meskipun dengan laju yang lambat. Gunung Agung diakui belum sepenuhnya stabil. Masih memungkinkan terjadi erupsi. Hanya letusan yang terjadi skala kecil di sekitar kawah dengan radius 4 km.

Sebelumnya juga ada lima warga yang naik ke Gunung Agung. Mereka mencari Bunga Kasna. Mereka ini adalah warga Dusun Temukus, Besakih. Hal ini diakui Kawail Temukus I Wayan Sudiana. “Ya memang ada warga kami yang mendaki, mereka mencari Bunga Kasna,” ujarnya. Tidak hanya warga Temukus saja yang mendaki. Ada juga warga dari desa lain juga melakukan pendakian kemarin. Usai letusan ini terjadi hujan abu tipis di Dusun Sebun, Banjar Bukit Galah, Sebudi, Selat, Karangasem. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *