KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS DIKBUD KABUPATEN SUMBAWA MELALUI PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI, SERTIFIKASI DAN KARIR GURU
LOMBOK TENGAH, SR (26/03/2018)
Melalui program INOVASI, Pemerintah Indonesia dan Australia menjalin kemitraan dalam rangka memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran literasi numerasi siswa sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, INOVASI bekerja dan memetik pelajaran secara langsung dengan mitra-mitranya di daerah dalam mengeksplorasi dan memahami konteks di daerah tersebut. Seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan program-program rintisan INOVASI senantiasa dimonitor dan dievaluasi.
Pada tanggal 14-15 Maret 2018, perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama serta perwakilan pemerintah Australia berkunjung ke beberapa sekolah di Lombok Tengah, NTB. Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah yang terlibat dalam dua program rintisan INOVASI, yaitu Guru Baik (SDI Al-Ma’Arif Bateat Mangkung) dan Setara (SDN 1 Gemel). Kunjungan ini dipimpin Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud yang juga selaku Ketua Unit Manajemen INOVASI, Moch. Abduh. Tim dari Jakarta ini juga berkunjung ke salah satu sekolah dampingan LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan NTB) (SDN 1 Kopang) untuk melihat langsung praktik yang sudah berjalan di sana.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, H.M. Suruji mengapresiasi kunjungan pemantauan ini. “Sebagai kepala dinas yang telah terlibat langsung dengan INOVASI sejak awal dimulainya program di Provinsi NTB, saya sangat mengapresiasi kunjungan ini. Para pihak yang terlibat sejauh ini pun menunjukkan antusiasme yang tinggi, termasuk juga di Lombok Tengah. Semoga dapat terus berjalan dan berdampak positif bagi pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan NTB yang dimulai dari jenjang sekolah dasar,” ujarnya.
Hadir mewakili Pemerintah Australia, Program Manager Bidang Pendidikan, DFAT Australia, Diah Pratiwi. Ia menilai perjalanan program ini sangat luar biasa apabila mengingat pertamakali menjalin kemitraan dan membahas rancangan dan pelaksanaannya di NTB. Kini, program INOVASI di NTB telah memasuki tahun kedua. Indonesia adalah mitra penting bagi Australia. Melalui program INOVASI, pihaknya memberikan dukungan agar semua anak Indonesia dapat meraih keberhasilan dalam pendidikan. “Hal yang sangat menggembirakan adalah ternyata NTB ini mampu mengembangkan “virus” baik, dan kami berharap model-model baik seperti ini bisa direplikasi. Tentunya, apa yang sudah berjalan baik di program INOVASI bisa dijadikan referensi bagi program-program lain di Kemendikbud, begitu juga sebaliknya,” ujar Moch Abduh.
Dalam kunjungan bersama ini, tim memperoleh berbagai temuan menarik. Beberapa di antaranya adalah bahwa di semua SD yang dikunjungi ada anak yang berkebutuhan khusus (ABK). Guru dan kepala sekolah menemui kesulitan dalam membantu anak-anak tersebut karena belum memiliki cara yang tepat untuk menghadapi ABK dalam proses belajar mengajar. Temuan lainnya, meski berkomitmen tinggi SD inklusi belum memiliki rencana kerja dan anggaran sekolah (RKAS) yang sungguh berpihak pada kebutuhan dan pembelajaran ABK.
Testimoni Guru Sekolah Mitra INOVASI
Sementara itu guru-guru yang terlibat dalam program INOVASI memberikan testimoninya. Adalah Umi Maharani—Guru Kelas di SDN 1 Gemel. Dikatakannya pelaksanaan program INOVASI di sekolahnya sudah hampir setahun. Para guru yang terlibat pun sudah mengikuti berbagai pelatihan dan diberikan bimbingan. “Kami merasa terbantu sekali. Kini setidaknya kami mampu mengidentifikasi hambatan belajar yang dihadapi masing-masing anak. Setelah mengikuti program INOVASI, guru-guru pun menjadi lebih aktif, dan mampu membuat beberapa model pembelajaran yang kami rangkai bersama dengan didampingi para fasilitator daerah INOVASI,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Halimatus Sakdiah, Guru SDI Al-Ma’Arif Bateat Mangkung, mengaku setelah terlibat dalam program INOVASI, para guru belajar bagaimana mengidentifikasi masalah. Ternyata, hal yang dianggap tidak penting justru merupakan suatu masalah. “Jadi, kami belajar menggali masalah-masalah dan penyebabnya, serta mencoba untuk mencari solusinya. Solusi tersebut coba kami terapkan di kelas. Alhamdulillah, membantu membuat proses pembelajaran semakin mantap,” cetusnya.
Tentang Program INOVASI
INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) adalah program kemitraan pendidikan Pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan untuk menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi untuk semua siswa, baik itu di kelas maupun di sekolah. Bekerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, INOVASI menjalin kemitraan dengan 12 kabupaten yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur. Program pendidikan senilai AUD$ 49 juta ini, berjalan sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 dan dikelola oleh Palladium atas nama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. (SR)






