SUMBAWA BESAR, SR (24/02/2018)
Café di wilayah Batu Guring, Desa Labu Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, kembali berdarah, Sabtu (24/2) dinihari tadi pukul 03.00 Wita. Satu orang tewas mengenaskan dengan luka tebas di beberapa bagian tubuhnya. Korban naas tersebut adalah Samrah (29) warga Mapin Kebak Alas Barat. Korban merupakan penjaga café Bintang milik Kades Usar Mapin, Sukarman.
Menurut informasi yang diserap SAMAWAREA, kasus pembunuhan itu terjadi bermula dari keributan di Café Bintang yang diketahui milik Sukarman Kades Usar Mapin. Sebelum kejadian korban diketahui saksi baru mengambil jaket di ruang kasir, yang kebetulan ada saksi Mira—waitress café setempat. Korban langsung keluar. Namun tak lama saksi yang tertidur seketika terjaga karena mendengar suara korban berteriak memanggil nama Din (operator). Korban bergegas ke jendela, melihat korban membawa parang hendak berkelahi. Saksi yang terkejut berteriak meminta bantuan tapi tidak ada yang terjaga. Seraya mengajak rekannya, Jihad keluar mencari pelaku dan korban di pinggir jalan. Tepat di jalan raya di dalam selokan mendapati korban sudah meninggal dunia dengan posisi telentang bersimbah darah. Korban mengalami luka tebas pada bagian kiri, luka tusuk dada sebelah kiri, luka tebas pada pinggang belakang, dan luka tebas leher belakang. Sedangkan pelaku yang diduga pengunjung café, kabur setelah membantai korbannya. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian melakukan olah TKP, mengamankan parang milik korban, dan membawa korban ke Puskesmas Alas Barat. Selanjutnya korban dimakamkan. Peristiwa tak berhenti sampai di situ. Usai pemakaman, ratusan warga merangsek ke lokasi café. Massa yang emosi membakar belasan café yang sebagian besar terbuat dari dinding ini.
Kapolsek Alas Barat, IPTU Komang Oka yan ditemui di TKP mengakui adanya kasus pembunuhan tersebut. Buntut dari kasus ini, semua café di Batu Guring habis dibakar. Saat ini situasi sudah terkendali. (JEN/SR)







Yg jelas dengan terjadinya Pembakaran Cafe Oleh Massa ini Sudah sangat Pantas dikarenakan himbauan dan masukan dari masyarakat tidak pernah digubris untuk Menutup lokasi MAKSIAT & KRIMINAL ini..saya pribadi mengacungkan Jempol buat warga MAPIN yg sudah mengakhiri/mengeksekusi lokasi Maksiat tsb..Pemerintah sekaligus Aparat seharusnya Mendukung kuat Aksi Massa tsb krn yg terjadi selama ini pemerintah sekaligus aparat keamanan TIDAK BERDAYA dalam menindak/penutupan lokasi batu guring tsb.
Pemerintah sekaligus jajaran penegak hukum di wilayah sumbawa seharusnya sekarang “SADAR” …untuk kesekian kalinya tindak kriminal terjadi di wilayah Maksiat ini (batu guring) Aparat penegak hukum seakan2 TUTUP MATA dari kejadian demi kejadian kriminal yang tetap akan terulang kembali kalau wilayah cafe ini tidak pernah ditertibkan, PEMERINTAH SUMBAWA & PENEGAK HUKUM SUMBAWA ” MANDUL” dalam penertiban dan penegakan hukumnya.
Tulisan ini saya persembahkan khusus buat PEMKOT SUMBAWA DAN PENEGAK HUKUM
B=atu guring yang jelas bukan batu akik
A=dakah kesempatan utk kebaikan disana
T=indak kriminal berulang kali terjadi…tapi…
U=saha menutupnya tidak pernah terealisasi
G=uring bukan gurih dan garing
U=rusan syahwat diganti urusan lainnya saja
R=encana sedari dulu menata tinggal rencana
I=ngin rasanya masyarakat melihat kebaikan disana
N=iscaya citra samawa tercipta
G=igih dalam membangun kebaikan kotanya