JAKARTA, SR (04/10/2017)
Tim Penggerak PKK Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Hj. Erica Zainul Majdi turut ambil bagian dalam kegiatan Jambore Nasional Kader PKK tahun 2017, di Ballroom Hotel Mercure, Ancol Jakarta, Senin (2/10). Kegiatan yang dibuka Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi tersebut sekaligus untuk memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-45 tahun 2017. Sejak tahun 1997 sampai sekarang tahun 2017 Jambore Kader PKK selalu dilaksanakan secara nasional, meskipun provinsi juga melaksanakannya.
Mewakili Hj. Erica Zainul Majdi, Wakil Ketua I TP PKK Provinsi NTB , Hj. Syamsiah M. Amin menghadiri agenda tahunan tersebut. Istri Wakil Gubernur NTB tersebut menyempatkan diri berdialog dengan pengusaha dan pengrajin, saat berkeliling meninjau pameran produksi dalam negeri yang diikuti seluruh provinsi dan pelaku usaha di sekitar Jabodetabek di pelataran Ballroom Hotel Mercure, Ancol Jakarta, Senin (2/10).
Didampingi Wakil Ketua IV TP PKk Provinsi NTB, Hj Ikhsanti Komala Rimbun, ia nampak tertarik dengan berbagai aksesoris yang dipamerkan, buah karya pengusaha dan pengrajin dari 34 provinsi se Indonesia, seperti perhiasan berbahan dasar mutiara yang dirancang apik menjadi kalung, gelang, bros, hingga peniti cantik.
Hampir seluruh stand disambangi oleh Ketua BKOW Provinsi NTB tersebut. Di samping stand perhiasan, ia juga meninjau stand yang menjual berbagai produk makanan olahan, kerajinan seperti tas dan berbagai peralatan rumah tangga berbahan dasar anyaman, hingga produk tenun khas nusantara.
Sebelumnya, telah dilakukan pemotongan pita sebagai tanda telah dibuka secara resminya pameran oleh Ketua Umum TP PKK, Erni Gundarti Tjahjo Kumolo. Pameran ini merupakan rangkaian dari kegiatan Jambore Nasional PKK tahun 2017. Dalam sambutannya, ketua Umum PKK menyebut pameran ini sebagai salah satu upaya mendukung pengembangan kreativitas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), demi meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan UP2K, karena merupakan salah satu dari 10 program PKK, terlebih lagi karena UP2K ini modalnya paling simple dan murah yakni dengan mengelola “sampah rumah tangga”, bahan-bahan yang seringkali tidak terpakai, menjadi sesuatu yang punya nilai jual. ” Dari 34 provinsi yang turut berpartisipasi pada pameran, tentu memiliki kekhasannya masing-masing.
Beranekaragam Sumber daya alam yang allah sudah sediakan inj harus mampu kita olah menjadi suatu yang berguna, misalnya tempurung kelapa, kerang bahkan pelepah pisang, yang semuanya dapat menjadi sumber menambah penghasilan keluarga, demikian ujar istri Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo itu, dilanjutkn dengan meninjau stand-stand pameran. (JER/SR)






