JAKARTA, SR (24/10/2017)
Suatu negara akan mampu membangun ekonomi yang kuat, bertahan di tengah berbagai tantangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila memiliki populasi yang cukup. Populasi yang dimaksud adalah manusia-manusia yang memiliki karakter yang baik. Ada tiga tahapan yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi manusia berkarakter baik, yakni moral knowing adalah kemampuan membedakan mana yang baik dan buruk untuk diterapkan dalam seluruh konsep kehidupan. Moral feeling adalah seseorang yang dalam kesehariannya mampu mencintai kebaikan, berbuat baik dan bersahabat dengan orang orang baik. Kemudian, moral behavior, seluruh kebaikan yang ada dalam pikiran dan pemahaman seseorang, bahkan menumbuhkan kecintaan pada kebaikan itu, sudah menjadi bagian hidup dan perilaku nyata dalam kehidupannya sehari hari. Demikian orasi ilmiah Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi di hadapan ribuan wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI) Jakarta, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Selasa (24/10).
Menurut Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan populer Gubernur NTB, hanya manusia yang berkarakter baik yang mampu menjadi pelaku perubahan. Terlebih membangun ekonomi suatu bangsa secara konsisten dan konstan. Termasuk di dalamnya merubah sikap, pikiran dan pandangan dalam kehidupan, baik secara pribadi maupun berbangsa.
Di hadapan Ketua STIE Jakarta, Ridwan Maronrong beserta ribuan calon Ekonom dan Guru Besar STIE Jakarta, Gubernur dua periode tersebut memaparkan konsep yang menjadi faktor penentu kemajuan atau keruntuhan ekonomi suatu bangsa. Faktor yang paling menentukan adalah manusia itu sendiri, atau dalam bahasa umum disebut populasi.
Konsep ini, lanjut TGB, sesuai dengan salah satu ayat dalam Al-Qur’an, yang bermakna bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya. Inilah konsep yang pas menurut TGB untuk membangun dan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Yakni para generasi muda memiliki konsep dan komitmen kuat merubah diri ke arah yang lebih baik dan memiliki pengaruh pada kebaikan suatu bangsa. “Saya berharap, bahwa tahapan wisuda yang anda semua jalani hari ini merupakan satu tahap untuk menyempurnakan karakter baik kalian,” ucap Gubernur yang di sambut tepuk tangan para undangan.
Di tempat yang sama, Ketua STEI Jakarta, Ridwan Maronrong menyampaikan terima kasih kepada Gubernur TGB yang telah berbagi ide dan pemikiran tentang karakter dan peran pemuda bagi bangsa. Diharapkan pemikiran ini menjadi bekal bagi para wisudawan dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat itu juga secara khusus ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan keluarganya atas keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia. Ia menjelaskan Perjalanan ke depan masih panjang dan penuh tantangan, lapangan kerja menuntut persaingan yang semakin tinggi apalagi dengan diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Para alumni juga dituntut untuk turut berperan dalam membawa nama baik dan meningkatkan citra almamater di masyarakat.
Karenanya dalam pengabdian pada masyarakat bangsa dan negara para alumni harus tetap memiliki dan membangun serta mengedepankan integritas kepribadian yang kuat, disiplin, kerja keras, ulet, santun dan berperilaku atas dasar kejujuran dan kebenaran baik dalam niat pikiran, ucapan maupun perbuatan. “Kita semua harus meyakini dan tetap berpegang teguh pada kebenaran dan norma-norma kehidupan terutama etika dan moral yang dibenarkan oleh agama, masyarakat dan negara. Karya dan bakti kalian akan dihargai untuk semua ini,” imbuhnya. (JER/SR)






