SUMBAWA BESAR, SR (16/10/2017)
Selain meminta PDAM menggratiskan atau menurunkan tarif pemasangan baru dan tarif bulan, massa aksi dari Desa Marente Kecamatan Alas mendesak pemerintah daerah memulangkan jenazah RW (31)—TKI asal Dusun Beru Desa Marente yang tewas tertembak polisi diraja Malaysia. Pasalnya, jasad TKI itu sudah 4 bulan berseemayam di Rumah Sakit Kualalumpur. RW mati tertembak bersama dua rekannya, AA (33) warga Desa Usar Mapin Kecamatan Alas Barat, dan JP (28) warga Dusun Tal, Desa Juran Alas, Kecamatan Alas. Namun jenazah dua rekannya itu dikebumikan di negeri jiran tersebut.
Korlap Aksi, Iying Gunawan dalam orasinya tetap mendesak pemerintah daerah memulangkan jasad RW. Apapun statusnya, RW adalah warga negara Indonesia dan negara memiliki tanggung jawab terhadap warganya termasuk memulangkan ke daerah asalnya. Keluarga mengaku sudah beberapa kali memperjuangkan pemulangan jenazah TKI tersebut namun selalu dijanji-janji. “Sudah puluhan kali kami bolak-balik untuk mempertanyakan kepulangan warga kami. Tapi tidak pernah ada kejelasan,” tukasnya.
Menjawab hal itu, Kepala Disnakertrans Sumbawa, Ir. Syafruddin Nur mengaku sudah berikhtiar memenuhi keinginan keluarga. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BP2TKI, BNP3TKI, Kemenlu dan KBRI. Sejauh ini hasil koordinasi itu belum mendapat jawaban. Karenanya Syafruddin meminta massa bersabar. “Kami tetap berusaha,” ujar Syafruddin.
Penjelasan Kadis ini tidak membuat massa merasa puas. Mereka menginginkan kepastian. Untuk hal itu, mereka memaksa menemui Bupati Sumbawa. Keinginan massa untuk masuk dihadang Satpol PP sehingga terjadi saling dorong. Massa juga melempar aparat menggunakan tomat, sehingga situasi menjadi ricuh. Polisi turun meredam ketegangan, membuat keadaan aman terkendali. Massa aksi akhirnya membawa permasalahan itu ke DPRD Sumbawa.
Untuk diketahui, Polisi Diraja Malaysia menembak mati tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tindakan yang dilakukan polisi negeri jiran tersebut karena ketiganya dituduh sebagai komplotan pelaku tindak kriminal. Sebenarnya peristiwa tragis ini terjadi pertengahan Ramadhan lalu namun pihak Disnakertrans Sumbawa baru mendapat informasi belum lama ini. Ketiga TKI asal Sumbawa ini tertembak di Kebun Kelapa Sawit, daerah Dengkil, Sepang, Malaysia Barat. Jenazah ketiganya saat ini masih disemayamkan di Rumah Sakit Kuala Lumpur. (JEN/SR)






