50 Juta untuk Indah Kartikasari, Qoriah NTB Juara 3 Nasional

oleh -323 Dilihat

BIMA, SR (29/10/2017)

Wakil Gubernur NTB, H.Muh.Amin SH M.Si  disela sela pelantikan Dewan Hakam pada acara pembukaan MTQ ke 27 tingkat Provinsi NTB, di Kantor Bupati Bima, belum lama ini juga menyerahkan hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta kepada Indah Kartikasari yang telah mengharumkan nama NTB pada STQ Nasional ke 24 tahun 2017 di Tarakan Kalimantan Utara. Pada ajang STQ tersebut siswa kelas 2 Tsanawiah Kota Bima itu berhasil meraih juara III Nasional. Hadiah uang yang diserahkan Wagub bersumber dari APBD Provinsi NTB tahun 2017, sekaligus merupakan salah satu bentuk pembinaan dalam rangka pengembangan bakat, minat dan kemampuan para qori dan qoriah dalam membaca, memahami dan menghayati isi kandungan ayat-ayat suci Al Qur’an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya Wagub menegaskan MTQ sesungguhnya adalah wahana pelestarian khasanah budaya Islam dalam membangun generasi Qurani dan masyakat madani, yakni  kehidupan yang penuh toleransi, saling berkontribusi, saling membangun hidup dan saling memberi kemanfaatan dalam kedamaian dengan suluruh umat beragama. Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW kepada ummatnya dan juga menjadi tauladan bagi dunia.

Di hadapan para Bupati/walikota, Anggota DPD RI dan DPR RI dapil NTB, Forkopimda, MUI Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB, Dewan Hakam, para Kafilah serta ribuan masyarakat yang hadir, Wagub kelahiran Sumbawa tersebut menyatakan bahwa agama merupakan modal utama dan memberi spirit terbesar kepada masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di semua sektor kehidupan. Dalam konteks inilah, Musabaqah Tilawatil Qur’an, menjadi media pendidikan yang penting dalam membangun toleransi dan ukhuwah islamiah. Karena melalui MTQ provinsi ini para kafilah saling berinteraksi, mengenali budaya daerah satu dengan yang lainnya, sehingga rasa persaudaraan di antara sesama semakin tumbuh. “Dengan mengucapkan hal-hal yang baik saja akan menciptakan suasana kehidupan yang harmonis. Apalagi kita sering membaca Al-Qur’an, tentu akan membentuk pribadi-pribadi yang berkarakter religius Islami,” ujarnya, seraya mengajak semua ummat beragama untuk terus memperkuat benteng keimanan masing-masing dengan meningkatkan pemahaman dan pengamalan kandungan ajaran Al Qur’an. (JER/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *