Desa Sapugara Bree Dicanangkan Sebagai Desa Santri

oleh -409 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAG. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (29/03/2017)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mencanangkan Desa Sapugara Bree Kecamatan Brang Rea sebagai Desa Santri. Salah satu indikator dari penetapan Desa Santri ini adalah keberadaan Pondok Pesantren Himmatul Ummah.

Pimpinan Ponpes Himmatul Ummah, Syamsul Ismail LC mengatakan pencanangan Desa Sapugara Bree tidak terwujud tanpa dukungan semua pihak. Bekerjasama dengan pemerintah desa, pihaknya menerima amanah tersebut. “Tidak ada yang tidak mungkin jika ini dilakukan dengan semangat iklhas jujur dan sungguh-sungguh (IJS),” katanya.

Untuk langkah awal menjadikan Desa Sapugara Bre sebagai Desa Santri, Ustadz Syamsul—sapaan akrabnya, menyebutkan setiap gang akan dituliskan ayat Al Qur’an dan hadist-hadist yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat. Contohnya, kebersihan sebagian dari iman. “Karena cinta datang dari mata akan turun ke hati, apabila terus menerus dibaca maka pasti mereka secara tidak sadar akan memikirkan hal itu lalu dipahami dan dilaksanakan. Langkah ini bisa mempengaruhi pikiran sesorang, apabila sering melihat kebaikan maka kita mengajarkan pikiran kita untuk menjadi baik,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM mengatakan pencanangan Desa Sapugara Bre sebagai Desa Santri sudah direncanakan sejak lama sebagai upaya merubah pola kehidupan masyarakat setempat. “Siapa yang tidak kenal dengan masyarakat Sapugara tempo dulu yang terkenal dengan masyarakatnya yang keras dan mudah tersulut emosi yang berujung pada perkelahian fisik. Kami ingin mengubah semuanya bekerjasama dengan Pondok Pesantren dan pemerintah desa serta masyarakat,” ujarnya.

Dengan dicanangkan sebagai Desa Santri, sambung Bupati, minimal Desa Sapugara Bre memiliki ciri khas. Misalnya harus menggunakan peci bagi laki-laki dan jilbab bagi perempuan. Ia sangat setuju dengan langkah Ponpes untuk menulis ayat Al Quran dan hadist di setiap gang, sehingga semua berkomitmen menjadikan Desa Sapugara Bre sebagai Desa Santri.

Kades Sapugara Bre, Andi Subandi menyatakan pihaknya sangat mendukung pencanangan desanya sebagai Desa Santri. Untuk mewujudkan hal ini, sejak awal pemerintah desa sudah mengkomunikasikannya dengan Ponpes. “Kami menyiapkan gangnya pondok mengerjakan tulisan ayat Al Quran dan hadistnya,” kata Kades yang juga seorang jurnalis ini.

Dalam mendukung Desa Santri ini, Andi mengaku telah menginstruksikan ketua RT/RW untuk menjadi pelopor dan mengajak masyarakatnya melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Selain Desa Santri, sebelumnya di desa ini sudah dicanangkan Magrib Mengaji bagi anak-anak, dan Program Tuntas Baca Al Quran bagi ibu-ibu. Dengan upaya ini Ia berharap pemahaman agama warganya tidak mudah digoyahkan dan terpengaruh isu-isu yang bisa menghancurkan tatanan masyarakat Sapugara Bree. (HEN/SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *