KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAG. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, SR (10/01/2017)
Harapan akuisisi saham PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke PT AMI, membuat masyarakat dan pemerintah daerah, pesimis. Pasalnya sudah terlihat indikasi negatif terkait dengan beroperasinya PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) pengganti PTNNT. Buktinya sejumlah perusahaan sub kontraktor meradang karena sudah tiga bulan ini belum dibayar PT AMNT sehingga menggelar aksi pemblokiran Get Benete—akses masuk lokasi pertambangan, belum lama ini. Kondisi tersebut tentu berdampak kepada para karyawan sejumlah perusahaan sub kontraktor ini. Karena itu banyak yang meragukan tentang profesionalitas perusahan tambang PT AMNT.
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST, Selasa (10/1) sangat berharap kehadiran PT. AMNT menggantikan PT Newmont Nusa Tenggara mampu memberikan solusi yang nyata bagi Sumbawa Barat. Namun dengan adanya kejadian (aksi perusahaan sub kontraktor) ini, pemerintah daerah harus berpikir kembali, karenas sangat terlihat jelas tidak profesionalitasnya perusahaan dimaksud. Bayangkan perusahaan tambang ternama ini menunggak pembayaran puluhan kontraktor selama tiga bulan. Padahal para kontraktor ini sudah menyelesaikan kewajibannya sesuai aturan yang diberikan perusahaan. Ini justru terjadi di tengah proses pertambangannya terus berjalan. Tidak hanya berdampak terhadap puluhan perusahaan subkon termasuk perusahaan local, tapi yang paling riskan adalah ribuan pekerja yang dipastikan akan terganggu kehidupannya.
Bang Fud—sapaan orang nomor dua di KSB ini mengaku sangat paham dengan proses transisi ini. Namun dia berharap proses ini tidak terlalu lama, mengingat manajemen PT AMNT itu juga orang yang sama dengan manajemen di PTNNT. Jika kondisi ini terus berlarut, akan menimbulkan persoalan baru, yang ujung-ujungnya akan merepotkan pemerintah daerah. “Kami sangat berharap jangan sampai PT AMNT menimbulkan masalah baru karena masalah yang ditinggalkan oleh perusahaan dahulu juga masih ada dan harus diselesaikan,” ujarnya.
Untuk itu Bang Fud memberikan warning dan waktu selama satu minggu kepada PT AMNT menyelesaikan permasalahan tersebut. Jika tidak, pihaknya akan memanggil pihak manajemen. (HEN/SR)






