MATARAM, SR (22/01/17)
Perubahan iklim yang cenderung esktrim belakangan ini membuat pasokan distribusi kebutuhan pokok dari Pulau Jawa ke wilayah Provinsi NTB, tersendat. Kondisi ini akan berdampak pada stok dan harga. Menyikapi hal tersebut, Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah dan tindakan untuk memastikan stok kebutuhan pokok aman dan harga stabil. Salah satunya menggelar pasar murah bagi masyarakat. Dalam menyukseskan kegiatan ini, Dinas Perdagangan menghadirkan sedikitnya 20 distributor kebutuhan pokok. “Kami hanya ingin pastikan stok aman dan harga sembako stabil. Untuk itu, kami minta distributor menggelar pasar murah,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj Putu Selly Andayani, Sabtu (21/1).
Dijelaskannya, dalam pasar murah ini sejumlah distributor membuka stand pukul 08.00 wita di halaman kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Masyarakat antusias menyambutnya dan bersemangat membeli sejumlah kebutuhan pokok sehari-hari. Sebagian besar konsumen pasar murah ini adalah ibu-ibu yang dominan membeli keperluan dapur mulai dari beras seharga Rp 10 ribu/Kg untuk premium dari Perum Bulog Divisi Regional (Divre) NTB, gula pasir Rp. 12.500/Kg, telur ayam ras Rp 33.000/terai, minyak goreng kemasan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Disinggung mengenai masih tingginya harga jual cabai yang justru kembali naik menjadi Rp 110 ribu/Kg, Hj Selly—sapaan akrabnya mengaku tidak bisa mencegahnya. Sebab, cabai merupakan barang bebas dijual kemana saja. Bahkan, kenaikan harga cabai hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, produksi cabai di NTB cukup banyak dikirim ke luar daerah. Bahkan data dari Balai Karantina Pertanian menyebutkan produksi cabai asal NTB dikirim ke 12 provinsi di Indonesia. “Untuk cabai, karena barang bebas dijual kemana saja, maka sulit untuk diturunkan. Yang jelas cabai itu masih banyak stok di NTB dan masyarakat tetap bisa membeli,” tutur mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB ini.
Sekedar diketahui, sebelum digelarnya pasar murah. Dinas Perdagangan NTB sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah distributor. Dalam pertemuan tersebut, seluruh distributor kebutuhan pokok menjamin stok aman. Begitu pula dengan distribusi hingga ke pedagang agen dan eceran di masyarakat seluruh Provinsi NTB berjalan lancar. (NA/SR)











