Jack Morsa: Mutasi Paling Amburadul Sepanjang Sejarah

oleh -663 Dilihat
Ketua DPD Golkar Sumbawa, Jack Morsa H. Abdullah S.Adm

SUMBAWA BESAR, SR (22/01/2017)

Kritikan terus mendera pemerintahan HM Husni Djibril B.Sc—Drs H Mahmud Abdullah pasca terjadi kekeliruan dalam proses mutasi 152 aparatur sipil negara (ASN). Kali ini disuarakan Ketua DPD Golkar Kabupaten Sumbawa, Jack Morsa, S.Adm. Kepada SAMAWAREA, Minggu (22/1), Jack Morsa lebih menekankan pada evaluasi kesalahan yang telah terjadi, sehingga tidak ada lempar tanggung jawab. Jack Morsa bahkan mendorong adanya sanksi terhadap kesalahan yang terjadi terutama pada aparatur yang dinilai ceroboh dalam menginput data.

Kesalahan input data sebagai alasan bupati yang memicu terjadi kekeliruan penempatan 152 ASN, sangat disayangkannya. Selain menyangkut nasib para ASN, kesalahan ini juga berimplikasi terhadap masyarakat secara umum. Karena dengan kesalahan yang terjadi tentu akan mempengaruhi kinerja dan hal tekhnis lainnya sehingga akan berdampak pada pembangunan daerah. “Mutasi ini menyakitkan bagi PNS. Bahkan saya katakan paling amburadul sepanjang sejarah,” tukasnya.

PNS merupakan organisasi yang diakui negara, tentu memiliki database yang jelas. Ketika database itu menjadi tolok ukur maka tidak akan terjadi kekeliruan dalam proses mutasi. Dengan terjadinya kesalahan menginput data ini upaya untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa hebat dan bermartabat justru hilang. “Kalau pemerintah saja begitu bagaimana dengan organisasi yang lain,” tukasnya.

Kesalahan seperti ini tidak boleh serta merta dibilang keliru. Ini menyangkut hajat hidup serta nasib pemerintah ke depan. Karena kalau salah penempatan ASN akan berimplikasi terhadap kebijakan dan kinerja yang ujung-ujungnya rakyat menjadi korban. “Saya kira mutasi ini tidak mengacu pada database. Kesannya kekeliruan ini disengaja,” imbuhnya.

Menjadi bupati tentu sudah menandatangani pakta integritas. Tidak ada alasan keliru, karena ini akan menjadi salah satu penilaian kemampuan seorang pemimpin. “Jika tidak mampu memimpin seribu orang, bagaimana memimpin rakyat Sumbawa yang jumlahnya mencapai 500 ribu orang,” ujarnya dalam nada tanya.

Ke depan ketika melaksanakan mutasi, Jack Morsa menyarankan Husni—Mo untuk tidak terpengaruh oleh siapapun. Serahkan kepada tim pansel yang memiliki kompetensi dalam melakukan penilaian berdasarkan data dan fakta serta aturan perundang-undangan. “Bapak Husni—Mo adalah pemimpin kita saat ini. Masukan ini menjadi bagian konstribusi dalam membantu menyukseskan pembangunan ke depan guna mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang hebat dan bermartabat,” demikian Jack Morsa. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *