Pastikan Stok Rastra Cukup dan Berkualitas
SUMBAWA BESAR, SR (22/01/2017)
Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri untuk mengunjungi Gudang Bulog Sumbawa, Sabtu (21/1). Kunjungan ini sekaligus untuk mengecek stok dan kualitas beras sejahtera (rastra) atau sebelumnya dikenal dengan beras miskin (Raskin). Mensos juga sempat berdialog dengan para penerima Rastra yang kebetulan hadir pada kegiatan tersebut.
Dikonfirmasi SAMAWAREA, Mensos Khofifah mengatakan dari dialognya, penerima manfaat mengaku menerima beras rastra setiap bulan, sebanyak 15 kilogram dengan harga Rp 24 ribu. Artinya penyaluran beras rastra tepat waktu, tepat jumlah dan tepat harga. Untuk menyakinkan, Mensos mengaku sudah mengecek gudang dolog dan sempat menimbang beras yang telah dikemas dalam karung dan beratnya memang 15 kilogram. Selain itu kualitas berasnya cukup bagus. Beras rastra ini akan didistribusikan pada Tahun 2017 ini. Karena itu Ia meminta pimpinan Divre dan Sub Divre Bulog bersama Bupati atau walikota dapat terus mengkomunikasikan agar distribusi Rastra pada Januari 2017 bisa disegerakan.
Di daerah ada tim koordinasi Rastra. Tim ini harus mengkoordinsikan secara intensif kepada masyarakat. Ketika ada rastra yang tidak layak konsumsi, maka dapat dikembalikan ke gudang divre dalam waktu 1 x 24 jam. Atau ketika menerima Rastra di bawah 15 Kg juga harus dikembalikan. Tapi yang banyak terjadi, penerima manfaat tidak menerima sesuai jumlah. Sebab ada yang tidak seharusnya menerima justru mendapat jatah karena ada kebijakan dari pemerintah setempat. Kebijakan inilah yang akhirnya memunculkan “Bagito” (Bagi Roto). Hal ini tidak bisa dibenarkan karena penerima manfaat harus menerima tepat waktu, tepat harga dan tepat jumlah. Bagaimana cara menyikapinya, tentu membutuhkan edukasi, sehingga yang tidak layak menerima memberikan kesempatan yang memang membutuhkan.
Di bagian lain, Mensos Khofifah menginformasikan bahwa saat ini ada 1,4 juta penerima beras Rastra di seluruh Indonesia yang sudah terkonversi dalam bentuk bantuan pangan, selebihnya 14,3 juta masih terima subsidi Rastra seperti di Kabupaten Sumbawa. Di Indonesia baru 45 kota dan 6 kabupaten yang sudah terkonversi dalam bentuk bantuan pangan. Dan untuk NTB hanya Kota Mataram. (JEN/SR)









