Direktur RSUD Sumbawa: Penanganan Sudah Prosedural

oleh -533 Dilihat
Direktur RSUD Sumbawa, dr Selvi didampingi dr. Diani--dokter spesialis anak memberikan keterangan pers, 5 Januari 2017

SUMBAWA BESAR, SR (05/01/2017)

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Selvi menyatakan bahwa pihaknya telah berusaha maksimal untuk menolong bayi pasangan Mahmud dan Desi yang meninggal dunia dalam kondisi tubuh lebam dan menghitam. Penanganan sudah dilakukan secara procedural. Selain itu telah memberikan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) kepada keluarga pasien. “Semua telah ditempuh, dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Artinya secara ilmu kedokteran, dokter spesialis anak itu sudah melaksanakannya secara maksimal,” jelas Selvi kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya, Kamis (5/1).

Pada kondisi awal saja bayi lahir dengan kondisi organ tubuh tidak sempurna, akibat kelahiran prematur dengan berat badan yang jauh dari normal. Dengan kondisi itu, bayi kemungkinan mengalami infeksi dan komplikasi. “Kami sudah menjelaskan kepada keluarga pasien berdasarkan rekam medik. Kami tidak menyembunyikan sesuatu. Kami sudah menyampaikan apa adanya. Kami harap keluarga pasien dapat memahaminya,” demikian dr. Selvi.

Seperti diberitakan, keluarga Mahmud dan Desi mengajukan protes terhadap pelayanan RSUD Sumbawa. Pasalnya, bayinya yang masih berumur 8 hari dicurigai meninggal secara tidak wajar. Bagian mata bayi yang belum diberi nama ini terlihat lebam dan menghitam, demikian dengan perutnya. Secara sepintas, kulitnya terlihat gosong. (JEN/SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *