SUMBAWA BESAR, SR (18/12/2016)
Mungkin belum berpengalaman, pelaku pencurian gagal membobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik BNI Cabang Sumbawa, Sabtu (17/12) dinihari kemarin. Akibatnya maling tersebut tidak berhasil menjebol ATM yang berlokasi di Jalan Durian, Kelurahan Uma Sima. Uang puluhan juta rupiah di dalam mesin ATM pun selamat. Namun demikian, mesin ATM itu sudah tidak bisa digunakan lagi karena terdapat kerusakan dan kini telah dipasangi garis polisi.
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson yang dihubungi, Minggu (18/12) tadi mengaku jika informasi dibobolnya mesin ATM itu diterimanya dari masyarakat. Meski tanpa laporan resmi dari BNI, pihaknya turun ke lapangan untuk olah TKP. Kuat dugaan percobaan aksi pencurian tersebut terjadi antara pukul 01.30 hingga pukul 03.00 Wita. Dalam aksinya, pelaku diduga menggunakan linggis untuk mencongkel mesin. “Pelaku sempat merusak ATM tapi tidak berhasil mengambil uangnya,” ungkap Elyas.
Selain kerusakan pada mesin ATM, pelaku juga merusak box listrik di dinding luar bangunan. Kemungkinan saat beraksi, listrik di ATM dalam keadaan padam. Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihaknya sudah meminta rekaman CCTV.
Sementara Pemimpin BNI Cabang Sumbawa, Suhartono mengakui adanya percobaan pembobolan ATM milik BNI. Namun Ia bersyukur tidak ada uang yang berhasil diambil pelaku mengingat aksinya masih menggunakan cara tradisional. Sebelum beraksi, pelaku diduga memadamkan listrik dengan merusak box listrik yang berada di luar. Dengan padamnya listrik otomatis CCTV nya tidak menyala. Tapi CCTV itu dilengkapi alat sensor, ketika ada gerakan bisa langsung terekam. “Diduga kuat pelaku membobol mesin ATM dengan cara merusak lubang tempat keluarnya uang,” kata Suhartono.
Pasca aksi pencurian itu, pihaknya langsung mengamankan uang di mesin ATM. Setelah dihitung, tidak selembar pun uang yang berhasil dijarah pelaku. Meski demikian, ATM yang berlokasi di Jalan Durian Kelurahan Uma Sima ini, tidak dapat digunakan karena rusak dan dalam penyelidikan polisi yang ditandai dengan adanya police line. Mengingat lokasi itu dianggap tidak aman, Suhartono menyatakan kan melakukan relokasi mencari tempat yang aman dan representative. (JEN/SR)






