KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN PEMDA KABUPATEN SUMBAWA BARAT
JAKARTA, SR (16/12/2016)
Tokoh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di Jakarta, Amir Jawas meminta Bupati KSB, Musyafirin segera mengambil sikap untuk memfasilitasi pertemuan dengan seluruh elemen masyarakat se-Pulau Sumbawa membahas rencana pembangunan smelter PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), (baca Fud: Sudah Seharusnya Smelter PT AMNT Dibangun di KSB–Samawa Rea http://www.samawarea.com/2016/12/fud-sudah-seharusnya-smelter-pt-amnt-dibangun-di-ksb/)
Berbicara melalui sambungan telepon dengan SAMAWAREA, Jumat (16/12) sore, Amir Jawas menginginkan adanya inventarisasi kebutuhan lahan pembangunan smelter. Menurutnya, jika pembangunan ditetapkan di KSB ada baiknya dilakukan di wilayah Labuhan Balat yang daerahnya terisolir dengan luas lahan sampai 50 hektar. Namun jika luas lahan yang dibutuhkan mencapai 100 hektar, pilihan lain dialihkan ke Poto Tano hingga ke Labuhan Sepakek (daerah transmigrasi SP) dengan potensi kedalaman laut yang mendukung. Guna menindaklanjuti rencana pembangunan smelter, Bang Haji biasa Amir Jawas disapa, meminta Bupati KSB untuk segera melakukan konsolidasi dengan masyarakat KSB, Kabupaten Sumbawa, Dompu dan Bima. Menurut dia pelibatan semua daerah di Pulau Sumbawa karena daerah tersebut merasakan dampak keberadaan pembangunan smelter di KSB. (ZM/SR)
Keterangan Foto: Amir Jawas di kediamannya di Petojo, Gambir, Jakarta Pusat. (Foto: Zainuddin Muhammad–SAMAWAREA Biro Jakarta)






