Dihadiri 2.000 Aktivis KAMMI dari Seluruh Indonesia
JAKARTA, SR (13/11/2016)
Sekitar 2.000 aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Alumni KAMMI dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri Kongres Nasional I Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA-KAMMI), Sabtu (12/11) kemarin. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Kartika Chandra Jakarta ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan dihadiri beberapa tokoh alumni KAMMI di antaranya Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. FH—demikian tokoh ini disapa merupakan deklarator atau pendiri KAMMI di Malang pada ahir Maret 1998. FH juga menjadi Ketua KAMMI pertama yang menjadi tokoh sentral sepanjang aksi-aksi demonstrasi mahasiswa pada tahun 1998. Ketokohan FH diakui berbagai kalangan di negeri ini.
Setelah 18 tahun usia pendirian KAMMI, alumninya sepakat mendeklerasikan berdirinya organisasi alumni pada 15 November 2015. Setelahnya, hampir setahun kemudian pada Sabtu (12/11), secara resmi alumni melakukan kongres pertamanya. Pada kongres nasional ini, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan pidato kebangsaan dengan judul “Gerakan Islam dan Cita-Cita Kepahlawanan Indonesia”.
Panitia Bidang Humas, Prayitno menyatakan, tema ini berkaitan dengan beberapa hal, yaitu sosok JK terkait dengan aktivis Islam di hampir sepanjang hidupnya dimulai dari aktivis organisasi Islam ekstra kampus pada masa mudanya, hingga menjadi pegiat organisasi Dewan Masjid di beberapa tahun ini. JK adalah tokoh bangsa yang tepat untuk berbicara tentang gerakan Islam di Indonesia. Posisi JK sebagai Wakil Presiden, pucuk pimpinan negeri ini memang sedang ditunggu komitmen keberpihakannya pada berbagai masalah umat Islam yang belakangan ini mengemuka. “Dan tentu saja penyikapan ini menjadi penting untuk menjawab berbagai pernyataan dan kegelisahan di tengah-tengah umat,” kata dia.
Tema yang disampaikan JK sesungguhnya adalah momentum perenungan kaum muda pergerakan Islam pada peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada dua hari lalu. Perenungan tentang karakter kepahlawanan seperti apa yang terbentuk di jiwa seluruh anak bangsa termasuk anak muda pergerakan Islam harus menjadi bahan perenungan yang paling besar hari-hari ini. “Gelombang perubahan dunia meniscayakan kepada kita bahwa kita mesti bersiap dengan diri kita dan identistas kita yang paling asli untuk menghadapinya,” tambah Prayitno.
Tentang kepahlawan dan gerakan Islam, lanjutnya, sesungguhnya merupakan tema dasar dari seluruh aktivis di dunia pergerakan. Cita-cita heroisme yang merupakan obsesi aktivis muda yang berkumpul di Ballroom harus seirama, bahwa Indonesia akan menjadi pemimpin dunia. “Ini jika anak-anak muda negeri ini bersungguh-sungguh membangkitkan dirinya demi kegemilangan bangsa kita,” ujarnya.
Panitia Bidang Acara, Taufik Amrullah mengungkapkan, peserta kongres pada saat JK berpidato terlihat berbahagia. Salah satu yang diungkapkan JK adalah pesan pada alumni. Alumni KAMMI adalah ujung tombak dan juru bicara tentang Islam yang damai dan demokratis. “Maka marilah kita semua berdiri di depan sebagai sebuah wajah bangsa. Alumni mesti mengukir karya dan prestasi yang membanggakan. Jadilah anak-anak bangsa yang mampu memimpin khafilah peradaban,” pungkasnya. (ZM/ SR)






