SUMBAWA BESAR, SR (21/10/2016)
Masyarakat kudu waspada. Sebab saat ini berbagai macam cara dilakukan para pelaku kejahatan untuk memperdayai korbannya. Seperti dialami Nurliana (19). Mahasiswi asal Desa Batu Rotok Kecamatan Batu Lanteh ini harus kehilangan Laptop Acer dan Handphone Oppo miliknya, Kamis (20/10) sekitar pukul 15.00 Wita. Kuat dugaan mahasiswi dihipnotis pelaku yang memiliki ilmu gendam.
Informasi yang diperoleh SAMAWAREA, kasus tersebut bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Garuda Kelurahan Lempeh. Tanpa diduga dari arah belakang muncul pelaku juga mengendarai sepeda motor menegur korban. Korban langsung menepi dan berhenti di pinggir jalan. Pelaku tak dikenal ini langsung menyalami dan mengelus kepala korban. Mulailah pelaku melakukan aksinya, dengan menanyakan keadaan orang tua korban. Pelaku juga menanyakan apakah korban memiliki laptop karena akan dipinjam untuk menyimpan data. Korban mengiyakannya, dan mengatakan laptop ada di kos-kosannya. Entah mengapa, korban mau saja diajak pelaku untuk mengambilnya. Keduanya pun beranjak ke kost korban untuk mengambil laptop. Selanjutnya korban dibonceng pelaku menuju Rumah Makan Putra Jogja. Di sana tidak terlalu lama karena tanpa alasan yang jelas pelaku kembali mengajak korban ke depan RSUD Sumbawa. Pelaku meminta korban turun dari sepeda motor karena pelaku beralasan hendak ke kantor bupati. Korban pun ditinggal dan pelaku melaju membawa tas berisi laptop dan handphone miliki korban.
Kasubag Humas Polres Sumbawa, IPTU Waluyo, Jumat (21/10), mengatakan kasus tindak pidana penipuan itu telah dilaporkan ke Polres Sumbawa dan tercatat dengan nomor laporan polisi LP/702/X/2016/SPKT. Untuk mengungkap kasus tersebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Waluyo menghimbau masyarakat untuk waspada dan tidak cepat percaya dengan orang yang dikenal. Selain itu masyarakat diminta peran aktifnya untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat jika ada seseorang yang terindikasi melakukan kejahatan. (JEN/SR)






