Kabar Baik! KKP Dukung Proyek Garam Industri Sumbawa, Bupati Siapkan Langkah Lanjutan

oleh -59 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Oktober 2026) – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengembangkan kawasan garam industri terus menunjukkan perkembangan positif. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan serta sejumlah direktur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), membahas progres rencana pengembangan proyek garam industri di Kabupaten Sumbawa.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Jarot menyampaikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan dukungan terhadap program pengembangan garam industri di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

“Alhamdulillah, perkembangannya positif. Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat mendukung program garam industri di Kabupaten Sumbawa, NTB,” ungkap Bupati.

Dukungan tersebut kata Bupati, menjadi angin segar bagi upaya Sumbawa mengoptimalkan potensi wilayahnya sebagai salah satu kawasan pengembangan garam industri nasional.

Bupati menyebutkan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melengkapi berbagai persyaratan administrasi serta membangun komunikasi dengan calon mitra atau pihak ketiga yang akan terlibat dalam pengembangan proyek tersebut.

Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan rencana pengembangan garam industri dapat berjalan sesuai tahapan dan memenuhi kebutuhan investasi maupun teknis pelaksanaan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengidentifikasi sekitar 9.000 hektare lahan yang dinilai layak untuk pengembangan kawasan pergaraman. Hasil pra Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan awal yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) garam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, sebelumnya menjelaskan bahwa kajian lanjutan melalui studi kelayakan komprehensif masih diperlukan untuk memastikan luasan dan lokasi yang benar-benar ideal.

Selain aspek teknis, pengembangan kawasan juga perlu memperhatikan status kepemilikan lahan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen agar program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi garam, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pemilik lahan dan petani garam.

Pengembangan garam industri di Sumbawa diharapkan menjadi momentum strategis untuk mendorong hilirisasi, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan kesiapan daerah, Pemkab Sumbawa optimis proyek garam industri dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam memenuhi kebutuhan garam nasional. (SR)

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *