MBDR Sumbawa Tampil di Konferensi Internasional ICOM CECA 2026, Bawa Program Museum Inklusif

oleh -81 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Oktober 2026) – Museum Bala Datu Ranga (MBDR) Kabupaten Sumbawa kembali menorehkan capaian positif dalam upaya pemajuan kebudayaan. Di tengah pembenahan infrastruktur museum, MBDR terpilih untuk mewakili Indonesia dalam forum internasional Annual Conference of International Council of Museums – Committee for Education and Cultural Action (ICOM CECA) 2026.

Konferensi internasional yang mempertemukan para pegiat dan pengelola museum dunia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10–14 November 2026 di Jakarta. Dalam forum ini, MBDR akan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan program publik yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat.

Keikutsertaan MBDR menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan praktik pemajuan kebudayaan dari Sumbawa ke tingkat internasional, sekaligus menunjukkan bahwa museum daerah memiliki peran strategis dalam menjaga warisan budaya dan membangun keterlibatan masyarakat.

Konferensi ICOM CECA tahun ini mengangkat tema “Museum in Divided Times: How to Foster Dialogue, Care, and Sense of Belonging” atau museum di masa perpecahan: cara memupuk dialog, kepedulian, dan rasa memiliki. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah konferensi tahunan komite pendidikan dan aksi kebudayaan Dewan Museum Internasional tersebut.

Sejumlah agenda akan mengisi konferensi, mulai dari pidato utama, presentasi hasil penelitian dan kajian, makalah tematik, pasar ide, presentasi poster, lokakarya khusus, diskusi, forum pemuda, hingga kunjungan ke situs warisan budaya dan museum.

Museum Bala Datu Ranga akan tampil dalam dua sesi, yakni Market Idea dan Impulses & Talks: Learning from Indonesia.

Pada sesi Market Idea, MBDR akan mendampingi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mempresentasikan gagasan tentang pengembangan museum desa melalui makalah bertajuk “Kampungku Museumku, Kotaku Museumku: Museum Desa sebagai Penjaga Pelestarian Budaya”.

Makalah tersebut akan dibawakan Kepala Museum NTB, Dr. Ahmad Nuralam, SH., MH., didampingi Kepala Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A.

Sementara pada sesi Impulses & Talks: Learning from Indonesia, MBDR akan berbagi pengalaman bersama dua museum senior di Indonesia, yakni Museum Bahari Jakarta dan Museum Ullen Sentalu Yogyakarta.

Dalam sesi ini, Yuli Andari Merdikaningtyas akan mempresentasikan pengalaman MBDR mengembangkan program publik yang inklusif dan berdampak, yang telah dipraktikkan selama dua tahun terakhir.

Program tersebut meliputi Sumbawa Heritage Walk, Museum Bergerak, dan Belajar Bersama Seniman di Museum. Ketiganya menjadi bagian dari upaya mendekatkan museum kepada masyarakat, memperluas akses terhadap pengetahuan budaya, serta mendorong keterlibatan publik dalam pelestarian warisan budaya Sumbawa.

Yuli Andari mengaku senang sekaligus terharu ketika mengetahui program-program MBDR mendapat perhatian dari kalangan profesional museum internasional.

“Kami merasa sangat senang, terharu, dan setengah tidak percaya menerima email dari Paul Spice, Kurator Kepala Humboldt Forum, Jerman, yang merancang The Berlin Global Exhibition, serta Direktur Stiftung Stadtmuseum di Berlin, Jerman,” tuturnya.

Menurut Yuli, dirinya sama sekali tidak menyangka program publik yang dikembangkan MBDR di Sumbawa akan menarik perhatian dan dinilai layak untuk dibagikan sebagai kisah sukses dalam forum internasional.

Baginya, kesempatan tersebut bukan sekadar pencapaian bagi Museum Bala Datu Ranga, tetapi juga peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumbawa kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia berharap keikutsertaan MBDR dalam konferensi tersebut dapat memberikan kesan positif bagi pemajuan kebudayaan Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Yuli juga berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa semakin memberikan perhatian terhadap pengembangan museum. Menurutnya, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi, pusat aktivitas kebudayaan, sekaligus destinasi wisata budaya di Kota Sumbawa Besar.

Harapan tersebut dinilai semakin relevan mengingat Kabupaten Sumbawa akan menjadi tuan rumah Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) pada 2028 mendatang.

Dengan penguatan fasilitas dan pengembangan program yang melibatkan masyarakat, MBDR diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam memperkenalkan identitas serta warisan budaya Sumbawa, baik di tingkat nasional maupun internasional. (SR)

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *