Masyarakat Lantung Dorong Pembangunan Bendungan Brang Nunang dan Garap Potensi Air Terjun Teba Tonil

oleh -156 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Oktober 2026) – Masyarakat Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, berharap pemerintah daerah merealisasikan pembangunan bendungan di Brang Nunang. Selain menjadi sumber air untuk mendukung irigasi pertanian dan peternakan, kawasan ini juga menyimpan potensi wisata alam yang menjanjikan.

Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kecamatan Lantung, Syafrianto Tonil, mengatakan Brang Nunang merupakan salah satu sumber mata air yang diusulkan masyarakat untuk dikembangkan melalui pembangunan bendungan. Usulan tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan air sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Tonil, lokasi Brang Nunang telah disurvei sebanyak lima kali oleh Bagian Sumber Daya Air Dinas PUPR Provinsi NTB. Namun, masyarakat masih menantikan tindak lanjut nyata agar rencana pembangunan bendungan tersebut dapat direalisasikan.

“Brang Nunang ini sudah disurvei sebanyak lima kali oleh pihak provinsi. Masyarakat berharap ada tindak lanjut sehingga pembangunan bendungan bisa terwujud,” ujarnya.

Ia menjelaskan, akses menuju Brang Nunang masih cukup menantang. Untuk mencapai lokasi tersebut, pengunjung harus melewati jalan setapak peninggalan zaman dahulu yang biasanya digunakan warga Desa Ranan dan Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang, ketika bepergian menggunakan kuda.

Kondisi akses saat ini belum banyak berubah. Meski sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, perjalanan menuju lokasi tetap membutuhkan kehati-hatian karena medan yang cukup sulit. Jarak dari jalan besar menuju Brang Nunang diperkirakan sekitar dua kilometer.

Kendati demikian, keterbatasan akses tidak mengurangi besarnya potensi yang dimiliki kawasan tersebut. Jika bendungan dibangun, keberadaan sumber air Brang Nunang diharapkan dapat menunjang kebutuhan irigasi pertanian dan peternakan masyarakat Lantung dan wilayah sekitarnya.

Tak hanya itu, Brang Nunang juga menyimpan daya tarik wisata alam berupa air terjun bertingkat yang dikenal dengan nama Waterfall Teba Tonil. Nama tersebut diberikan sesuai nama orang yang menemukan sekaligus menginisiasi pengembangan lokasi itu.

Keberadaan air terjun bertingkat tersebut dinilai menjadi modal tersendiri untuk mengembangkan Brang Nunang sebagai destinasi wisata alam. Dengan dukungan infrastruktur dan penataan kawasan yang memadai, lokasi ini berpeluang menjadi tujuan wisata baru sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tonil mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius terhadap potensi tersebut. Menurutnya, pembangunan bendungan dan pengembangan wisata Brang Nunang bukan semata-mata soal infrastruktur, melainkan juga menyangkut harapan serta masa depan masyarakat Lantung.

“Bagi masyarakat Lantung, Brang Nunang bukan sekadar sumber mata air. Kawasan ini menyimpan peluang untuk memperkuat ketahanan air, menggerakkan perekonomian lokal, dan menghadirkan destinasi wisata alam yang dapat menjadi kebanggaan daerah. Kini, harapan tersebut menanti tindak lanjut pemerintah agar potensi yang ada dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Terkait keberadaan lokasi tambang rakyat, Tonil menegaskan bahwa lokasinya cukup jauh dan berbeda dari kawasan Brang Nunang. Karena itu, ia berharap potensi sumber air dan wisata di Brang Nunang dapat dikembangkan sebagai sektor ekonomi yang turut menopang kehidupan masyarakat.

“Dengan dibangunnya bendungan dan dikembangkannya kawasan ini sebagai destinasi wisata, diharapkan masyarakat Lantung memiliki sumber penghidupan lain melalui pertanian, peternakan, dan pariwisata,” harapnya. (SR) 

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *