SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4 September 2026) — Menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2026, jajaran Polda NTB mulai meningkatkan pemantauan keamanan di kawasan ekonomi khusus (KEK) The Mandalika, Lombok Tengah.
Unit Reaksi Cepat (URC) Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB menggelar mobile patrol KRYD, Kamis (3/9/2026), dengan menyusuri sejumlah jalur dan lokasi yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Patroli yang dimulai sekitar pukul 13.30 Wita tersebut dipimpin Kanit Puma Jatanras AKP Agus Eka Artha, S.H. Personel bergerak menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., mengatakan patroli sekaligus pemetaan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk memastikan kawasan Mandalika tetap aman dan kondusif menjelang event balap motor internasional itu.
“Tim URC Puma Jatanras melakukan mobile patrol sekaligus pemetaan titik rawan di kawasan KEK dan Sirkuit Mandalika, sebagai langkah antisipasi gangguan kamtibmas menjelang MotoGP,” ungkapnya.
Sekitar pukul 14.00 Wita, personel bergerak dari Jl. Langko menuju Bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL). Sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan, termasuk kemungkinan terjadinya kericuhan antarkampung, turut menjadi perhatian.
Patroli kemudian dilanjutkan menyusuri jalur Bypass BIL-Mandalika hingga kawasan Kuta. Polisi memantau kondisi sepanjang jalur sekaligus melakukan pemetaan terhadap lokasi yang membutuhkan perhatian lebih.
Sekitar pukul 16.00 Wita, tim tiba di kawasan Sirkuit Mandalika. Dari hasil pemantauan, situasi di sekitar sirkuit terpantau aman dan kondusif.
“Area Sirkuit Mandalika dan jalur yang dilalui personel terpantau aman dan kondusif. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi,” ujar Kombes Kholid.
Patroli berlanjut hingga malam hari melalui jalur Sengkol-Kuta. Polisi turut memantau sejumlah lokasi yang dianggap rawan gangguan kamtibmas maupun tindak kejahatan 3C (curat, curas dan curanmor).
Menurut Kholid, pemetaan tidak hanya menyasar titik-titik yang selama ini dikenal rawan, tetapi juga lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya kelompok masyarakat maupun pemuda yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Personel melakukan pendekatan dan pemantauan secara langsung. Kami ingin potensi gangguan bisa dikenali lebih awal, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan dengan cepat,” jelasnya.
Sekitar pukul 20.00 Wita, personel kembali ke Mako Polda NTB untuk melakukan konsolidasi. Pemantauan situasi kamtibmas tetap dilakukan melalui komunikasi radio.
Hasil patroli tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pemetaan wilayah rawan 3C dan monitoring secara berkala. Hasil pemantauan juga akan dilaporkan kepada Kapolda NTB sebagai bahan menentukan langkah pengamanan berikutnya.
Kombes Kholid menegaskan, pengamanan MotoGP tidak hanya dilakukan ketika event berlangsung. Langkah antisipasi harus dilakukan sejak jauh hari agar masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Mandalika merasa aman dan nyaman.
“Menjelang MotoGP, pengamanan tidak hanya dilakukan saat event berlangsung. Pemetaan dan monitoring sejak awal penting untuk menjaga kawasan Mandalika tetap aman, nyaman dan kondusif bagi masyarakat maupun para pengunjung,” pungkasnya. (SR)






