Matangkan Revitalisasi Tiga Istana Bersejarah Sumbawa, Wabup Ansori Kawal Anggaran Pusat

oleh -41 Dilihat

JAKARTA, samawarea.com (4 September 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus bergerak mengawal realisasi program revitalisasi sejumlah cagar budaya di Tanah Samawa. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bahkan turun langsung ke Jakarta untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai perencanaan dan target yang telah ditetapkan.

Langkah strategis itu dilakukan melalui pertemuan dengan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas pengawalan realisasi anggaran sekaligus pematangan Detail Engineering Design (DED) untuk program revitalisasi cagar budaya di Kabupaten Sumbawa.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kebudayaan RI telah mengalokasikan anggaran stimulan senilai puluhan miliar rupiah untuk mendukung pemugaran tiga aset bersejarah utama di Sumbawa. Ketiganya yakni Istana Dalam Loka, Istana Bala Kuning, dan Istana Bala Putih.

Wabup Ansori menilai pengawalan langsung ke tingkat pemerintah pusat penting dilakukan agar seluruh tahapan program, khususnya perencanaan teknis dan penggunaan anggaran, dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.

Selain itu, desain pemugaran harus tetap berpedoman pada prinsip-prinsip konservasi cagar budaya. Dengan demikian, proses revitalisasi tidak sekadar memperbaiki bangunan secara fisik, tetapi juga mempertahankan karakter, nilai sejarah, dan keaslian warisan budaya yang dimiliki masyarakat Sumbawa.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi perencanaan, anggaran maupun kaidah konservasi cagar budaya,” kata Wabup.

Pengawalan secara intensif ini diharapkan mampu mempercepat proses pematangan perencanaan sehingga pekerjaan revitalisasi dapat dilaksanakan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, keberadaan Istana Dalam Loka, Bala Kuning, dan Bala Putih bukan sekadar bangunan peninggalan masa lalu. Ketiga aset tersebut merupakan bagian penting dari identitas, sejarah, dan kebudayaan masyarakat Tanah Samawa yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Lebih jauh, revitalisasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan potensi pariwisata berbasis sejarah dan budaya di Sumbawa. Dengan kondisi cagar budaya yang semakin baik dan terawat, kunjungan wisatawan diharapkan meningkat dan memberikan efek ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimis, sinergi dengan Kementerian Kebudayaan RI serta pengawalan yang dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan akan menjadi kunci keberhasilan program revitalisasi tiga aset bersejarah tersebut.

“Kami berharap pelestarian warisan budaya tidak hanya menjaga jejak sejarah leluhur Samawa, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya,” tandasnya. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *