Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 07/07/2026) Upaya mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sumbawa Barat terus digencarkan. Kali ini, gerakan tersebut menyasar Kecamatan Sekongkang melalui Gerakan Bersama Tracing Kontak TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) atau GEBRAK TBC KSB.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Kecamatan Sekongkang, Jumat (28/8/2026), diawali dengan senam bersama yang diikuti para peserta. Suasana kegiatan berlangsung semarak sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan TBC membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya tenaga kesehatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.M.R.S., M.Q.M., Kepala UPTD Puskesmas Sekongkang bersama KTU dan jajaran tenaga kesehatan, kader TBC, sejumlah Agen Gotong Royong (AGR), serta sekitar 100 peserta terduga TBC.
Dalam penyampaiannya, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa skrining dan penemuan kasus secara dini merupakan kunci penting dalam pengendalian TBC.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki gejala maupun faktor risiko harus segera mendapatkan pemeriksaan sehingga apabila benar terdiagnosis TBC, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Penemuan kasus tidak boleh berhenti pada pemeriksaan semata. Pasien yang telah dinyatakan positif TBC harus menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas sesuai ketentuan. Kepatuhan terhadap pengobatan menjadi bagian penting untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Sebaliknya, pengobatan yang tidak tuntas dapat menimbulkan persoalan baru dalam penanggulangan TBC. Karena itu, dukungan keluarga, kader, tenaga kesehatan dan lingkungan sekitar sangat diperlukan agar pasien dapat menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan.
Tak Hanya Mengobati, Kontak Erat Juga Dilindungi Pengendalian TBC tidak hanya berfokus kepada mereka yang telah sakit.
Orang-orang yang memiliki hubungan erat dengan pasien TBC juga menjadi perhatian.
Dalam kegiatan GEBRAK TBC KSB tersebut, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah maupun kontak erat yang memenuhi kriteria.
Pemberian TPT merupakan langkah preventif untuk melindungi kelompok berisiko sehingga infeksi TBC tidak berkembang menjadi penyakit TBC aktif.
Dengan demikian, penanganan TBC dilakukan melalui dua sisi sekaligus, yakni menemukan dan mengobati mereka yang telah sakit serta mencegah kelompok berisiko agar tidak berkembang menjadi pasien TBC.
Menariknya, GEBRAK TBC KSB tidak berdiri sendiri. Rangkaian kegiatan juga diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta dukungan TRC Ambulans, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pemeriksaan dan pelayanan kesehatan dalam satu rangkaian kegiatan.
Setelah penyampaian materi kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian dan minum TPT secara bersama-sama bagi peserta yang telah memenuhi kriteria. Selanjutnya, peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui layanan CKG.
Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi sasaran yang membutuhkan penjangkauan, pemeriksaan maupun tindak lanjut.
Pelaksanaan GEBRAK TBC di Sekongkang sekaligus memperkuat implementasi SIAGA PRIMA KSB (Sistem Integrasi dan Akselerasi Gerakan Pelayanan Primer Berbasis Risiko Kabupaten Sumbawa Barat).
Melalui pendekatan tersebut, pelayanan kesehatan didorong untuk bergerak lebih aktif berdasarkan data dan faktor risiko. Artinya, pelayanan kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga aktif menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran.
Dalam pengendalian TBC, pendekatan itu diwujudkan melalui kegiatan skrining, tracing kontak, pemeriksaan, pengobatan pasien yang terdiagnosis TBC, pemberian TPT bagi kontak yang memenuhi kriteria, serta penguatan jejaring pelayanan yang melibatkan Puskesmas, TRC Ambulans, CKG, kader TBC dan Agen Gotong Royong.
Keterlibatan kader TBC dan AGR menjadi salah satu kekuatan penting dalam memperluas jangkauan program.
Mereka berada lebih dekat dengan masyarakat sehingga diharapkan mampu membantu menemukan sasaran yang memiliki gejala maupun faktor risiko untuk kemudian diarahkan mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan yang tepat.
Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah wilayah, kader, AGR dan masyarakat menjadi modal penting dalam mempercepat penemuan kasus sekaligus memastikan setiap temuan mendapatkan tindak lanjut.
Melalui GEBRAK TBC KSB, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat ingin membangun pola pelayanan kesehatan yang lebih aktif, terintegrasi dan berbasis risiko.Pesan yang dibangun sederhana namun penting: jangan menunggu kondisi semakin berat untuk memeriksakan diri.
Masyarakat yang memiliki gejala atau faktor risiko TBC didorong segera mengikuti skrining. Mereka yang terdiagnosis TBC diharapkan disiplin menjalani pengobatan sampai tuntas. Sementara itu, kontak serumah maupun kontak erat yang memenuhi kriteria diharapkan bersedia mendapatkan TPT sebagai langkah perlindungan sejak dini.
Dengan gerakan bersama tersebut, pengendalian TBC di KSB tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, Agen Gotong Royong dan masyarakat.
GEBRAK TBC KSB pun menjadi bukti bahwa upaya melawan TBC harus dilakukan dengan cara yang aktif: menemukan lebih cepat, menangani lebih tepat, mencegah lebih awal, dan memastikan masyarakat tetap sehat.
Salam Sehat. Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat siap terus maju dan selalu hadir bagi masyarakat.






