SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 September 2026)– Bupati Sumbawa bertindak sebagai Inspektur Upacara Paripurna yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (17/9/2026). Upacara rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 17 tersebut diikuti Wakil Bupati Sumbawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, perwakilan Forkopimda, para Asisten Sekda, jajaran ASN Pemkab Sumbawa, personel Kodim 1607/Sumbawa, serta unsur TNI-Polri.
Dalam amanatnya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP menegaskan bahwa Upacara Paripurna tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial bulanan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi sarana untuk meneguhkan kembali kesetiaan kepada Merah Putih sekaligus memperkuat janji pengabdian sebagai abdi negara dan bangsa.
“Upacara paripurna yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 17 bukan sekadar seremonial bulanan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali kesetiaan kepada Merah Putih serta memperkuat janji pengabdian sebagai abdi negara dan bangsa,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Kodim 1607/Sumbawa dalam upacara tersebut. Kehadiran unsur TNI, menurutnya, menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
Bupati turut mengingatkan jajaran TNI-Polri dan ASN agar senantiasa rendah hati, bekerja keras serta menjaga kedekatan dengan masyarakat.
“Teruslah bekerja dengan rendah hati, bekerja keras, dan selalu dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar pada Senin, 7 September 2026.
Pilkades tersebut diikuti sebanyak 67 calon yang tersebar di 20 desa pada 11 kecamatan. Tahapan rekapitulasi hasil Pilkades yang berlangsung pada 8 hingga 10 September 2026 juga telah diselesaikan.
Bupati menyebut seluruh tahapan tersebut berjalan lancar, aman, dan kondusif. Kondisi ini menjadi bagian penting dalam menjaga proses demokrasi di tingkat desa agar tetap berlangsung tertib dan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, Bupati mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau.
Pemerintah daerah meminta seluruh pemangku kepentingan, ASN, jajaran TNI-Polri, hingga masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Sebab, api yang tidak terkendali berpotensi meluas hingga ke kawasan permukiman warga maupun lahan produktif.
“Seluruh pemangku kepentingan, ASN, jajaran TNI-Polri serta masyarakat diminta aktif mengantisipasi dan mencegah pembakaran hutan dan lahan agar tidak merambat ke kawasan pemukiman warga maupun lahan produktif lainnya yang dapat merugikan masyarakat,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut. (SR)






