SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 September 2026) — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, mengimplementasikan proyek perubahan sebagai bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII.
Proyek perubahan tersebut mengusung tema penguatan tata kelola cascading indikator kinerja, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga tingkat individu Aparatur Sipil Negara (ASN).
Doktor Dedi menjelaskan, implementasi proyek perubahan itu diarahkan untuk memastikan setiap ASN di lingkungan Bapperida memiliki target dan aktivitas kerja yang jelas serta selaras dengan tujuan organisasi.
“Intinya bagaimana agar indikator RPJM yang menjadi tanggung jawab Bapperida kita turunkan pada level organisasi sampai individu,” jelasnya.
Menurut Doktor Dedi, selama ini masih terdapat laporan kinerja individu atau e-kinerja yang belum sepenuhnya berorientasi pada tujuan organisasi. Karena itu, diperlukan penguatan cascading agar setiap aktivitas ASN memiliki keterkaitan langsung dengan indikator kinerja organisasi.
Ia mencontohkan, salah satu indikator kinerja Bapperida adalah meningkatnya kualitas perencanaan. Indikator tersebut kemudian harus diterjemahkan ke dalam tugas masing-masing bidang hingga aktivitas setiap ASN.
“Peran anggota dan ASN yang ada di Bapperida harus teridentifikasi dengan jelas. Kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan harus benar-benar mendukung pencapaian tujuan organisasi,” katanya.
Dalam implementasinya, konsep tersebut juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai tools untuk menjaga konsistensi proses cascading hingga tingkat individu. Target kinerja tidak hanya disusun secara tahunan, tetapi dikawal melalui agenda bulanan dan diuraikan ke dalam aktivitas mingguan.
“Jadi kegiatan mereka mulai Januari sampai Desember dikawal, kemudian di-breakdown dalam aktivitas mingguan sehingga target kinerja mereka tetap sesuai dengan tujuan organisasi,” ujarnya.
Doktor Dedi menyebutkan, Bapperida saat ini telah menyusun proses bisnis, pedoman dan standar operasional prosedur (SOP) sebagai bagian dari implementasi proyek perubahan tersebut. Tahap berikutnya adalah menyusun rancangan agenda kerja individu.
Ia juga telah melakukan koordinasi dengan Kepala BKD dan BPSDM Kabupaten Sumbawa terkait penguatan sistem penilaian kinerja ASN. Salah satu arah yang sedang didorong adalah perubahan pola Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang selama ini dinilai secara triwulanan menjadi penilaian secara bulanan.
“Insya Allah SKP individu yang sekarang sifatnya triwulan akan mulai diturunkan menjadi bulanan. Dengan begitu, penilaian kinerja berdasarkan SKP bulanan, tidak lagi hanya berdasarkan SKP triwulanan,” terangnya.
Menurutnya, penguatan kinerja individu tersebut penting agar kinerja ASN semakin terukur, terarah dan selaras dengan kinerja organisasi serta kebijakan nasional mengenai manajemen kinerja ASN.
Selain mendukung pencapaian target organisasi, sistem tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen dalam pengembangan manajemen talenta ASN, karena kinerja individu dapat dipantau secara lebih konsisten dan objektif.
“Ini bagian dari upaya membangun ASN yang profesional, karena setiap individu memahami apa yang harus dikerjakan, targetnya apa, dan kontribusinya terhadap tujuan organisasi,” tandas Doktor Dedi. (SR)






