Resmikan Pos Damkar Moyo Hulu, Wabup Sumbawa Minta Petugas Tak Lengah

oleh -146 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Agustus 2026)  — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat pelayanan penanganan kebakaran dan kondisi darurat di wilayah kecamatan. Salah satunya dengan menghadirkan Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Moyo Hulu yang resmi diresmikan, Jumat (28/8/2026).

Peresmian berlangsung di halaman Kantor Camat Moyo Hulu, Desa Semamung, dan dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala OPD, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kepala Satpol PP, Kepala BKPSDM, Camat Moyo Hulu, jajaran personel damkar, para kepala desa se-Kecamatan Moyo Hulu, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan unsur masyarakat setempat.

Keberadaan pos tersebut diharapkan mampu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi kebakaran maupun berbagai kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, mengapresiasi terealisasinya Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Moyo Hulu. Menurutnya, kehadiran pos ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Mudah-mudahan ini bagian daripada pelayanan pemerintah untuk lebih dekat dengan rakyat,” ujar Wabup Ansori.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat dan prima. Setiap program yang telah mendapatkan dukungan dan memiliki anggaran, menurutnya, harus segera dieksekusi agar dapat memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Namun, Wabup mengingatkan agar operasional Pos Damkar Moyo Hulu tidak hanya sebatas seremoni peresmian. Keberadaan pos tersebut harus diikuti dengan kesiapan personel, pola kerja yang jelas serta dukungan anggaran yang berkelanjutan.

Menurutnya, tugas petugas pemadam kebakaran merupakan pekerjaan yang menuntut kesiapsiagaan tinggi karena pelayanan harus tersedia selama 24 jam. Dengan sistem tiga shift, masing-masing delapan jam, personel diminta tetap aktif memantau situasi dan tidak lengah selama bertugas.

Wabup juga meminta personel mengedepankan upaya pencegahan, bukan hanya bergerak ketika kebakaran telah terjadi. Dengan kondisi wilayah Moyo Hulu yang terdiri dari sejumlah desa, petugas dinilai memiliki peluang untuk melakukan pemantauan lingkungan secara lebih optimal.

“Waktu kerja setiap shift harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memastikan kondisi wilayah tetap terpantau,” katanya.

Lebih lanjut, Wabup Ansori menyebut tugas pemadam kebakaran saat ini semakin kompleks. Damkar tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga dituntut memberikan berbagai pelayanan kemasyarakatan dalam kondisi darurat.

Karena itu, ia meminta seluruh anggota Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Moyo Hulu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan dedikasi.

“Pantang pulang sebelum padam,” ucapnya menyemangati para petugas.

Wakil Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Moyo Hulu.

Ia berharap kehadiran pos tersebut benar-benar mampu mempercepat respons terhadap kebakaran dan kondisi darurat sekaligus semakin mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Sumbawa yang sejahtera. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *