Pasar Seketeng Punya Basamula, Instrumen Baru Pemerintah Kendalikan Inflasi

oleh -70 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Agustus 2026) — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP., meresmikan Toko Basamula (Bale Sembako Murah Pengendali Inflasi) di Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (22/8/2026).

Peresmian tersebut didampingi Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP. Kegiatan diawali dengan pemantauan harga sejumlah kebutuhan pokok oleh Wakil Gubernur NTB bersama Bupati Sumbawa kepada para pedagang di Pasar Seketeng.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa keberadaan Toko Basamula bukan untuk menjadi pesaing para pedagang di pasar. Sebaliknya, toko tersebut disiapkan sebagai standar pengontrol harga sekaligus instrumen pemerintah dalam melakukan intervensi ketika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Basamula ini bukan untuk menjadi pesaing pedagang, tetapi menjadi standar pengontrol harga dan tempat pemerintah melakukan intervensi ketika terjadi kenaikan harga,” ujar Bupati.

Selain meresmikan Toko Basamula, Bupati juga memaparkan berbagai upaya pembenahan Pasar Seketeng. Di antaranya peninggian lantai pasar, pembangunan saluran air, serta penataan kembali Blok C.

Pemkab Sumbawa juga telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare di kawasan Sumer Payung untuk pembangunan pasar yang lebih representatif. Pasar tersebut nantinya dirancang dengan konsep pasar modern.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB mengapresiasi keberadaan Pasar Seketeng yang dinilainya sebagai salah satu pasar kebanggaan masyarakat NTB.

Menurutnya, pemantauan harga tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB bersama Bank Indonesia, BPS dan unsur terkait juga terus terlibat dalam memantau perkembangan harga sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

Wagub menilai Toko Basamula dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memantau dan mengendalikan harga, terutama saat momentum hari besar keagamaan maupun periode tertentu yang berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga.

“Semoga Basamula ini menjadi barometer untuk kita mengukur sejauh mana tingkat inflasi yang ada di Kabupaten Sumbawa,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub NTB juga menyampaikan kesiapan Program Desa Berdaya 2027. Program itu akan menyasar 35 desa dengan dukungan anggaran Rp300 juta dan tiga desa dengan dukungan Rp500 juta.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa diminta mempersiapkan proposal lebih awal agar program tersebut dapat berjalan secara optimal.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran resmi Toko Basamula yang ditandai pemotongan pita oleh Wakil Gubernur NTB didampingi Bupati Sumbawa. Acara juga dirangkaikan dengan pemberian paket sembako kepada para lansia. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *