Jalan Batudulang–Punik Direkonstruksi, Warga : Penantian Panjang Kami Akhirnya Terjawab

oleh -167 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Agustus 2026) Kabar dimulainya rekonstruksi jalan Batudulang–Punik, Kecamatan Batulanteh, disambut penuh sukacita masyarakat. Bagi warga Punik, pembangunan ruas jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi jawaban atas penantian panjang untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih aman dan layak.

Salah seorang pelaku UMKM Kopi Punik Sumbawa, Wiwin Suryani, warga Dusun Punik, Desa Batudulang, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Atas nama pribadi dan pelaku UMKM, saya mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dan Bupati Sumbawa Bapak Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., atas perhatian besarnya terhadap infrastruktur di wilayah selatan,” ujar Wiwin.

Menurutnya, dimulainya rekonstruksi jalan Batudulang–Punik merupakan kabar yang sangat berarti bagi masyarakat. Selama ini, kondisi akses jalan menjadi salah satu tantangan dalam aktivitas warga, termasuk dalam mengangkut hasil bumi dan menjalankan kegiatan ekonomi.

“Berkat dimulainya rekonstruksi jalan Batudulang–Punik ini, penantian panjang kami akan akses jalan yang mantap dan aman akhirnya terwujud,” katanya.

Wiwin menegaskan, manfaat pembangunan tersebut akan dirasakan langsung masyarakat dalam berbagai sektor. Salah satu yang paling penting adalah aspek keselamatan transportasi, terutama bagi warga yang setiap hari harus melintasi tanjakan ekstrem yang dikenal masyarakat dengan sebutan Paruak Brang Treng.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, warga berharap perjalanan menuju dan dari Punik dapat berlangsung lebih aman. Demikian pula aktivitas anak-anak yang harus menempuh perjalanan menuju sekolah diharapkan menjadi lebih lancar.

Tak kalah penting, pembangunan jalan tersebut diyakini bakal memberikan dorongan besar terhadap perekonomian masyarakat. Sebagai pelaku UMKM, Wiwin merasakan langsung pentingnya akses jalan yang memadai untuk membawa produk dari wilayah Punik menuju pusat kota.

“Pembangunan ini sangat berarti bagi keselamatan transportasi warga melewati tanjakan ekstrem Paruak Brang Treng, kelancaran anak-anak menuju sekolah, serta mempercepat distribusi komoditas utama kami seperti kopi, kemiri, madu, dan hasil bumi lainnya ke pusat kota,” ungkapnya.

Selama ini, kopi, kemiri, madu dan berbagai hasil bumi menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat setempat. Dengan akses transportasi yang semakin baik, produk-produk tersebut diharapkan dapat lebih cepat sampai ke pasar dan memiliki daya saing yang semakin baik.

Khusus bagi pelaku UMKM Kopi Punik Sumbawa, kondisi jalan yang mantap menjadi peluang untuk memperluas pemasaran. Tidak hanya memudahkan pengangkutan produk, tetapi juga membuka akses yang lebih besar bagi konsumen maupun mitra usaha untuk datang langsung ke sentra produksi.

Wiwin berharap rekonstruksi jalan Batudulang–Punik dapat berjalan lancar hingga tuntas dan kualitas pembangunannya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Ia juga berharap perhatian pemerintah terhadap wilayah Punik dan Batudulang terus berlanjut, sehingga potensi ekonomi masyarakat dapat berkembang secara optimal.

“Semoga pembangunan ini berjalan lancar, selesai dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat. Mudah-mudahan akses yang semakin baik ini membawa kemajuan bagi ekonomi warga Punik dan sekitarnya,” harap Wiwin.

Bagi masyarakat Punik, jalan yang dibangun bukan hanya membuka akses wilayah. Jalan tersebut juga membuka harapan baru, dari keselamatan anak-anak menuju sekolah, kemudahan mobilitas warga terutama ibu hamil dan orang sakit, hingga peluang membawa kopi, kemiri, madu dan hasil bumi lokal menembus pasar yang lebih luas. (SR)

 

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *