SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 Juli 2026) —Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksandi) Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMAN 1 Rhee, Kecamatan Rhee, Senin (13/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Diskominfotiksandi diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP), Sri Wahyuni, S.E., M.M.Inov., didampingi JF Pranata Humas Ahli Muda, Karman Hartono, S.E. Kegiatan ini diikuti para guru serta seluruh peserta didik baru SMAN 1 Rhee.
Pada kesempatan itu, Sri Wahyuni menyampaikan materi mengenai etika bermedia sosial dan pentingnya literasi digital bagi pelajar di era perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Ia berharap para siswa mampu memahami etika dalam menggunakan media sosial sejak dini, sehingga dapat memanfaatkan platform digital secara bijak dan bertanggung jawab.
“Harapannya melalui sosialisasi ini, anak-anak mengetahui bagaimana cara memposting, merespons, dan memberikan komentar di media sosial dengan cara yang baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Sri Wahyuni menekankan lima poin penting yang harus menjadi pedoman siswa saat menggunakan media sosial.
Pertama, berpikir cerdas sebelum memposting sesuatu. Setiap unggahan hendaknya dipastikan bermanfaat serta tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kedua, menggunakan bahasa yang santun dalam setiap interaksi di media sosial sebagai bentuk penghormatan kepada sesama pengguna.
Ketiga, menghormati privasi orang lain dengan tidak sembarangan membagikan data pribadi, baik milik sendiri maupun orang lain.
Keempat, cerdas dalam menyaring informasi. Siswa diingatkan agar tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar karena berpotensi mengandung hoaks. Mereka diminta selalu melakukan pengecekan dari sumber yang terpercaya sebelum menyebarkannya.
Kelima, menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan hal-hal positif, seperti edukasi, inspirasi, dan berbagai manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah pembawa kebaikan. Gunakan media sosial untuk edukasi, inspirasi, dan berbagi manfaat,” tegasnya.
Melalui materi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap pelaksanaan MPLS Ramah 2026 tidak hanya membentuk peserta didik yang disiplin dan berkarakter, tetapi juga memiliki kecakapan digital serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif.
Dengan demikian, diharapkan lahir generasi muda Sumbawa yang cerdas bermedia sosial, mampu menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun informasi yang menyesatkan.
“Harapannya sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah, baik di dunia nyata maupun di dunia digital,” tutupnya. (SR)






