Instruksikan Kajian Ketangguhan Pulau Kecil Masuk RPJMD, Bupati Sumbawa: Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama

oleh -127 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Mei 2026) — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil merupakan isu utama dan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam pembangunan kawasan kepulauan.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri diseminasi hasil kajian ketangguhan pulau-pulau kecil yang digelar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa bersama FPRB Provinsi NTB dan Pemkab Sumbawa, Kamis (21/5).

Dalam sambutannya, Bupati yang disapa Haji Jarot mengakui adanya tantangan besar dalam penanganan kebencanaan di wilayah kepulauan akibat faktor geografis dan keterbatasan akses menuju pulau-pulau kecil.

“Dalam konteks bencana, kita harus realistis bahwa masyarakat pulau kecil yang aksesnya jauh pasti harus menunggu lebih lama datangnya tim bantuan. Kondisi ini berbeda dengan masyarakat di daratan utama yang mobilitasnya jauh lebih mudah diakses,” ujar Bupati.

Karena itu, menurutnya, langkah paling tepat adalah membangun kapasitas dan ketangguhan masyarakat pulau kecil agar mampu melakukan penyelamatan mandiri pada masa krusial (golden time) ketika bencana terjadi.

“Oleh sebab itu, satu-satunya jalan terbaik adalah membangun dan melatih ketangguhan masyarakat di pulau kecil itu sendiri agar mereka bisa menyelamatkan diri secara mandiri,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti keterkaitan erat antara aspek keselamatan kebencanaan dengan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sumbawa, khususnya di kawasan pulau-pulau kecil yang kini mulai berkembang menjadi destinasi wisata unggulan.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus dibarengi dengan jaminan keselamatan bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

“Ketika kita ingin mengembangkan pariwisata di pulau kecil, sangat penting memperhatikan keselamatan secara menyeluruh, baik keselamatan dari kecelakaan wisata maupun keselamatan ketika terjadi bencana alam,” katanya.

Ia menegaskan bahwa isu keselamatan menjadi pertimbangan mendasar bagi wisatawan sebelum memutuskan berkunjung ke suatu destinasi.

“Isu keselamatan ini adalah jualan utama dan menjadi pertimbangan paling mendasar bagi wisatawan sebelum mereka memutuskan untuk berkunjung,” tambah Bupati.

Di akhir sambutannya, Bupati Haji Jarot menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait agar menjadikan dokumen kajian ketangguhan pulau kecil dari FPRB Sumbawa dan FPRB NTB sebagai rujukan utama dalam penyusunan RPJMD maupun program kerja sektoral.

Bupati juga meminta agar hasil diseminasi tidak berhenti di ruang rapat, tetapi diwujudkan secara nyata melalui pembangunan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas di wilayah kepulauan.

“Saya minta lakukan pelatihan, ketersediaan rambu-rambu evakuasi, informasi kebencanaan, dan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas ini harus segera diwujudkan di pulau-pulau kecil kita,” pintanya.

Menurut Bupati, keberadaan jalur dan rambu evakuasi sangat penting agar masyarakat maupun wisatawan mengetahui langkah penyelamatan saat terjadi bencana.

“Jika ada kejadian gempa di pulau kecil, wisatawan dan warga lokal harus langsung tahu ke mana mereka harus berlari melalui rambu arah evakuasi yang jelas. Sistem ini yang harus kita bangun bersama mulai saat ini,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan itu di antaranya, Kepala BPBD Sumbawa, Muhammad Nurhidayat ST, Ketua FPRB NTB, Rahmat Sabani, dan Ketua FPRB Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *