SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 April 2026) – Rencana perpanjangan runway Bandara di Sumbawa kembali mengemuka setelah sempat lama belum menunjukkan kepastian realisasi.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa kini mulai melakukan pengkajian, pemetaan lokasi, hingga penyusunan asumsi anggaran, khususnya untuk pembebasan lahan. Perpanjangan landasan pacu direncanakan mencapai sekitar 400 meter dari panjang eksisting saat ini, yakni 1.800 meter, sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP, mengatakan bahwa rencana tersebut memang sudah lama ada, namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Memang kita punya rencana, tetapi kita harus melihat kondisi kelonggaran fiskal untuk pembebasan lahannya, karena banyak juga pemukiman masyarakat yang akan terdampak nantinya,” ujarnya kepada wartawan di lobi kantor bupati, Kamis (23/4).
Bupati yang akrab disapa Haji Jarot itu menjelaskan, sebelumnya pemerintah daerah telah melakukan survei ke sejumlah wilayah sebagai alternatif pembangunan bandara baru. Namun, hasilnya dinilai belum memenuhi syarat dari sisi keselamatan penerbangan.
“Kita sudah melakukan survei di sejumlah titik mulai dari wilayah Timur Sumbawa, Barat hingga kawasan Samota. Tapi kondisinya tidak aman untuk landing dan take off, terutama karena faktor angin. Yang paling aman hanya di lokasi saat ini,” jelasnya.
Terkait kebutuhan anggaran pembebasan lahan, Bupati mengakui masih memerlukan kajian lebih lanjut, baik dari sisi besaran anggaran maupun harga lahan di sekitar lokasi yang terdampak.
“Pemerintah nantinya akan membantu untuk anggaran pembebasan lahan. Setelah lahan bebas, baru kita cari donatur yang akan membiayai rencana tersebut,” tandasnya.
Kendati demikian bupati berikhtiar agar perpanjangan Runway dapat dilakukan sebelum masa jabatannya berakhir.
Informasi yang diserap samawarea.com, untuk pembebasan lahan perpanjangan Runway membutuhkan anggaran yang cukup besar. Sebab ada ratusan unit rumah yang terdampak dan dilakukan ganti rugi. Termasuk tiga rumah wartawan yang akan tergusur yakni milik Muhammad Irfan (Kabar NTB), Irwansyah (TV One) dan Ardin Al Yusufa (Kabar Sumbawa). Kendati tergusur, mereka akan tersenyum karena mendapatkan biaya ganti untung yang menggiurkan. (SR)






