Camat yang “Nggak Pernah Libur”: Ketika Pelayanan Nggak Lagi Nunggu Senin

oleh -54 Dilihat

Oleh: DR. Herdiyanto

Jujur saja. Masih banyak orang berpikir…urusan ke pemerintah itu identik dengan satu hal:

“Tunggu hari kerja.”

Senin sampai Jumat.

Jam kantor.

Lewat itu? Ya sudah… tunggu lagi.

Tapi pola itu kayaknya nggak berlaku buat satu orang ini.

Namanya: Iwan Sofian. Dia ini camat.

Tapi cara kerjanya… agak “nggak wajar” untuk ukuran birokrasi. Karena dia seperti menghapus satu kalimat klasik yang sering kita dengar:

“Nanti saja, ini kan hari libur.”

Coba bayangkan ini. Ada masyarakat butuh bantuan. Bisa malam. Bisa hari Minggu. Bisa saat orang lain lagi santai. Dan dia tetap bisa dihubungi.

Langsung. Lewat nomor pribadinya. 081237675246. Bukan nomor kantor. Bukan admin. Bukan operator. Tapi nomor yang benar-benar aktif 24 jam, 7 hari.

Keluhan masuk → ditanggapi.

Masalah sederhana → langsung selesai.

Masalah lintas kewenangan → langsung dikoordinasikan ke OPD terkait.

Cepat.

Tanpa muter.

Tanpa drama birokrasi.

Dan di sinilah letak pergeserannya.

Iwan Sofian seperti sedang bilang ke kita semua: pelayanan publik itu bukan soal jam kerja…tapi soal kehadiran.

Dia sendiri pernah menyampaikan: Kita ini pejabat kewilayahan. Kita nggak bisa bilang ke masyarakat:

“Senin saja sakitnya ya… karena kami lagi libur hari Minggu.”

Kedengarannya sederhana.vTapi kalau dipikir dalam…itu tamparan keras buat cara kerja lama.

Makanya, jangan heran kalau dia dibilang “nggak turun ke lapangan” tapi tetap terasa hadir.

Karena dia memang mengubah definisi “turun ke lapangan”. Bukan cuma fisik. Tapi hadir secara respons, komunikasi, dan solusi.

Dan kalau ditarik lebih jauh, ini nyambung ke gaya kepemimpinannya sejak dulu.

Waktu di Lantung, dia nggak nunggu masyarakat datang ke kantor. Dia yang datang ke desa. Semua dibawa ke masyarakat. Cepat. Dekat. Nyata.

Sekarang?

Bukan lagi “jemput bola” secara fisik. Tapi jemput masalah secara real-time. Dan jangan lupa satu hal penting lainnya.

Di balik semua pendekatan ini, dia juga punya arah yang jelas: ekonomi masyarakat harus bergerak.

Dia dorong UMKM. Dia buka ruang untuk produk lokal. Dia pastikan kegiatan pemerintah juga jadi peluang ekonomi.

Karena buat dia, pelayanan yang baik itu bukan cuma bikin urusan selesai…tapi juga bikin masyarakat punya peluang hidup lebih baik.

Lapangan kerja terbuka. Perputaran ekonomi jalan. Produk lokal naik kelas.

Iwan Sofian nggak sedang bikin sensasi. Dia cuma melakukan satu hal yang seharusnya sederhana:

hadir. Tapi di tengah sistem yang sering lambat, hadir itu jadi sesuatu yang luar biasa. Dan mungkin, ke depan…

pertanyaannya bukan lagi: “Apakah masyarakat datang ke kantor?”

Tapi: “Apakah pemerintah benar-benar hadir saat masyarakat butuh?”

Dari Sumbawa, sebuah cara kerja baru sedang ditunjukkan.

Nggak ribut.

Nggak banyak teori.

Tapi langsung terasa. (*)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *