SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Maret 2026) – Peristiwa tragis terjadi di kawasan wisata Air Terjun Agal, Desa Marente, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Minggu (29/3/2026) sore. Seorang pengunjung dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Tiu Kele saat berusaha menyeberang di tengah debit air yang meningkat akibat hujan.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH, SIK melalui Kapolsek Alas Kompol Satrio, Senin (30/3), membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban diketahui bernama Yuda Sirullah Akbar (17) pelajar kelas 2 SMA Negeri 1 Alas, yang merupakan anak sulung Kades Kalimango, Kecamatan Alas.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 Wita di lokasi penyeberangan Sungai Tiu Kele, Dusun Beru, Desa Marente. Berdasarkan keterangan saksi, korban datang ke lokasi wisata Air Terjun Agal bersama teman-temannya sekitar pukul 13.00 Wita menggunakan sepeda motor.
Saat hendak kembali, kondisi cuaca mulai hujan dan debit air sungai meningkat. Sekitar pukul 15.20 Wita, korban bersama saksi mencoba menyeberangi sungai. Saksi FR (17) mengaku sempat melarang korban karena tidak bisa berenang. Namun korban tetap nekat menyeberang.
Korban langsung terbawa arus sungai yang deras. Meski rekan-rekannya sempat berusaha menolong dengan melempar ban, namun korban tidak terlihat karena air keruh dan arus kuat.
Warga yang mendapat laporan segera melakukan pencarian. Sekitar pukul 15.45 Wita, korban ditemukan tersangkut di tiang jembatan Baringan Kembar Desa Marente dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Alas menggunakan ambulans desa. Namun setelah dilakukan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Kapolsek Alas menyampaikan bahwa peristiwa ini diduga terjadi karena korban memaksakan diri menyeberang sungai saat kondisi debit air tinggi usai hujan.
Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah tindakan, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara, membantu evakuasi korban, mengumpulkan keterangan saksi, serta membuat laporan dan visum.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pengunjung wisata agar lebih berhati-hati, terutama saat kondisi cuaca buruk yang dapat meningkatkan risiko bencana di kawasan sungai dan air terjun. (SR)






