SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Februari 2026) – Komitmen Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP – Drs. H. Mohamad Ansori dalam merealisasikan Program Unggulan 05 Jarot-Ansori mulai menunjukkan progres nyata.
Program yang berfokus pada industrialisasi produk unggulan daerah dan peningkatan investasi ini berhasil mendorong masuknya sejumlah investasi strategis bernilai triliunan rupiah.
“Langkah industrialisasi difokuskan pada sektor perunggasan, akuakultur udang, dan industri garam. Ketiga sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Bupati Sumbawa yang akrab disapa Haji Jarot kepada samawarea.com, Rabu (25/2/26).
Hilirisasi Ayam Terintegrasi Rp 1,3 Triliun
Salah satu capaian utama ungkap Haji Jarot, adalah investasi hilirisasi ayam terintegrasi senilai Rp 1,3 triliun. Proyek ini telah memasuki tahap groundbreaking di Kawasan Serading. Pengembangan industri ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok perunggasan dari hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Industri Garam 10.000 Hektare, Potensi Rp 2,5 Triliun
Di sektor industri garam, lanjut Haji Jarot, pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 10.000 hektare di wilayah Plampang–Empang. Potensi investasi yang diproyeksikan mencapai Rp 2,5 triliun. Saat ini, proses konsolidasi lahan terus dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal realisasi proyek.
“Semoga pengembangan industri garam ini mampu menjadikan Sumbawa sebagai salah satu sentra produksi garam nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan impor,” harapnya.
Akuakultur Udang Diusulkan Jadi PSN Rp 2,1 Triliun
Selain itu, proyek akuakultur udang di wilayah Moyo Utara dengan potensi investasi Rp 2,1 triliun tengah diusulkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Jika terealisasi, proyek ini akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Sumbawa.
Realisasi sejumlah investasi strategis ujar Bupati, tidak lepas dari sinergi aktif antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Provinsi , serta mitra swasta strategis.
Pemerintah daerah terus melakukan konsolidasi dan percepatan berbagai tahapan administrasi maupun teknis guna memastikan seluruh proyek berjalan sesuai rencana.
Program Unggulan 05 Jarot-Ansori, tegasnya, menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mentransformasi ekonomi berbasis potensi lokal menuju industrialisasi yang berkelanjutan.
“Dengan total potensi investasi mencapai hampir Rp 6 triliun, Sumbawa diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah NTB,” pungkasnya. (SR)





