Tanam dan Rawat Pohon Berhadiah Sapi

oleh -351 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Januari 2026) Komitmen menjaga kelestarian hutan dan sumber mata air terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Hal ini terlihat dari Safari Penanaman Pohon ke-9 yang dipimpin langsung Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, di Desa SP-2 Prode, Kecamatan Plampang, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan penghijauan tersebut dihadiri perwakilan Forkopimda, Staf Ahli, para Asisten, Kepala OPD, Camat Plampang, Kepala Desa SP-2 Prode, kepala dusun, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa penanaman pohon sengon laut dan tanaman buah-buahan merupakan bagian dari program penghijauan lingkungan yang bertujuan menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita menanam kurang lebih 17.000 sengon laut, ditambah beberapa pohon nangka dan alpukat. Antusias masyarakat luar biasa,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, penanaman pohon ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Meski tahun ini ketersediaan bibit terbatas dan persiapan dilakukan di pertengahan musim hujan, namun program penghijauan tetap berjalan.

“Insya Allah kita rencanakan penanaman lanjutan di Kecamatan Plampang, sekitar SP-1, SP-2, SP-3 hingga kawasan Ale,” jelasnya.

Untuk tahun depan, Pemkab Sumbawa telah merencanakan penanaman pohon jambu mete, kemiri, serta pola tanam tumpang sari dan porang sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi masyarakat berbasis kelestarian lingkungan.

Bupati menegaskan bahwa gerakan penghijauan ini dilandasi mimpi besarnya untuk menjadikan Sumbawa sebagai daerah yang masyarakatnya sejahtera dengan alam yang tetap lestari.

“Saya ingin Sumbawa ini masyarakatnya sejahtera, penghasilannya tinggi, tetapi alamnya tetap lestari,” ucapnya.

Menurut Bupati, jika hutan terjaga dan penanaman pohon terus dilakukan, maka mata air akan tetap terpelihara dan risiko kekeringan dapat diminimalisir.

“Kita akan siapkan bibit sebanyak-banyaknya tahun depan. Insya Allah kita hijaukan Sumbawa, sehingga mata air tetap ada, BPBD tidak perlu datang karena kita tidak mengalami kekeringan,” terangnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi melakukan penebangan hutan secara ilegal. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi kelestarian hutan.

“Jangan hanya KPH, polisi atau tentara yang mengawasi. Masyarakat juga harus peka, jika ada bunyi senso di tengah hutan, itu harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Sebagai bentuk motivasi, Bupati bahkan berjanji akan memberikan hadiah sapi kepada masyarakat yang berhasil menanam dan merawat pohon dengan baik.

“Yang berhasil menanam dan menjaga pohon, nanti kita siapkan hadiah sapi,” tutup Bupati. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *