Satu Tahun Pemerintahan Jarot–Ansori, Fokus Benahi Tata Kelola dan SDM

oleh -262 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Januari 2026) – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menegaskan bahwa satu tahun pertama masa pemerintahannya bersama Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori bukanlah fase panen, melainkan fase penentuan arah pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati dihadapan Gubernur NTB dan Bupati se Pulau Sumbawa, dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa, Kamis (22/1).

Ia mengingatkan bahwa Ia bersama Wakil Bupati dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025, dengan kesadaran penuh bahwa tahun pertama pemerintahan adalah masa konsolidasi.

“Ini adalah masa membenahi fondasi tata kelola, menyatukan irama birokrasi, serta menyiapkan kerangka besar pembangunan jangka menengah melalui RPJMD 2025–2029. Kami meyakini, lompatan besar hanya mungkin terjadi jika pijakan awalnya kuat dan jujur,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, visi Terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera bukan sekadar slogan. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam lima pilar utama pembangunan yang menyentuh manusia, alam, birokrasi dan hukum yang bersih, produktivitas, serta kemakmuran. Kelima pilar itu dipahami sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

Dalam setahun terakhir, pemerintah daerah memulai pembenahan dari aspek paling mendasar, yakni tata kelola keuangan daerah. Kabupaten Sumbawa kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa WTP bukan tujuan akhir.

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anggaran benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” ujarnya.

Untuk memastikan hal tersebut, digitalisasi pengawasan dipercepat, evaluasi pembangunan dilakukan secara rutin, terbuka, dan terukur. Berbagai satgas dibentuk bukan untuk menambah struktur birokrasi, tetapi untuk mempercepat solusi, mulai dari Satgas Hutan, Pupuk, LPG 3 Kilogram, hingga Irigasi. Dokumen perencanaan yang selama ini tersendat pun didorong agar segera tuntas, sehingga arah pembangunan menjadi jelas.

Namun, menurut Bupati Jarot, pembangunan sejatinya tidak hanya soal sistem, melainkan tentang manusia. Karena itu, penguatan sumber daya manusia ditempatkan sebagai investasi paling strategis. Program Makan Bergizi Gratis telah berjalan untuk memastikan anak-anak Sumbawa tumbuh sehat. Sekolah Rakyat juga mulai dioperasikan dengan 75 siswa yang telah ditetapkan, proses belajar berjalan lancar, dan lokasi permanen tengah diproses.

“Ini bukan program instan, tetapi ikhtiar jangka panjang agar tidak ada anak Sumbawa yang tertinggal hanya karena kondisi ekonomi keluarganya,” ungkapnya.

Upaya tersebut dilengkapi dengan penyiapan tenaga kerja masa depan melalui pembangunan Balai Latihan Kerja yang lebih representatif bekerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Program ini diarahkan untuk mencetak tenaga kerja yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing.

Sebagai investasi jangka panjang di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga memberikan 10 beasiswa kedokteran dan 5 beasiswa farmasi bagi putra-putri terbaik Sumbawa bekerja sama dengan Universitas Mataram. Langkah ini ditempuh untuk menjamin ketersediaan tenaga medis yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pelayanan masyarakat.

Peringatan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa pun menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan komitmen pemerintah daerah untuk terus melangkah dengan arah yang jelas, fondasi yang kuat, dan keberpihakan nyata kepada rakyat. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *