Sumbawa Barat. Samawarea. Com ( 09/1/2026)
Rencana kerja sama antara PT AMMAN dengan RSUD Assyifa dalam pelaksanaan Medical Check Up (MCU) bagi karyawan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga saat ini, seluruh tahapan koordinasi dan persiapan teknis berjalan sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama.
Direktur RSUD Assyifa, Andy Suahairi, menyampaikan bahwa proses kerja sama saat ini masih menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Sambil menunggu keputusan tersebut, kedua belah pihak juga tengah merampungkan proses penyusunan dan penyelesaian Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar hukum pelaksanaan layanan MCU nantinya.
“Secara internal, kami di RSUD Assyifa sudah sangat siap. Seluruh fasilitas penunjang, peralatan medis, serta tenaga kesehatan telah dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan MCU bagi karyawan PT AMMAN,” ungkap Andy Suahairi.
Ia menegaskan bahwa kesiapan tersebut mencakup dokter umum, dokter spesialis, tenaga laboratorium, serta sarana pendukung lainnya yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan dan ketentuan yang berlaku dari Kemnaker. Hal ini menjadi komitmen RSUD Assyifa dalam memberikan layanan kesehatan yang profesional, akurat, dan terpercaya.
Lebih lanjut, Andy menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya secara maksimal agar seluruh proses administratif dan teknis dapat segera diselesaikan sehingga kerja sama ini bisa segera direalisasikan. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi PT AMMAN dalam menjaga kesehatan dan produktivitas karyawan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi RSUD Assyifa dalam mendukung dunia industri melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Kami terus mendorong dan mengawal proses ini agar dapat segera terealisasi. Harapannya, setelah SK dari Kemnaker terbit dan PKS disepakati, pelaksanaan MCU dapat langsung berjalan tanpa kendala,” tambahnya.
Rencana kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak serta memperkuat sinergi antara sektor kesehatan dan dunia industri di wilayah tersebut.






