SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Januari 2026) – Rumah dinas Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa yang baru saja direhabilitasi dan diserahkan, ternyata sudah mengalami kebocoran. Kondisi ini membuat penghuni merasa tidak nyaman, terutama saat hujan turun.
Diketahui, rehab rumah dinas Kejari Sumbawa sebanyak enam unit tersebut menelan anggaran sekitar Rp1,7 miliar dan dikerjakan oleh CV Mitra Bangun Karya. Pekerjaan proyek ini rampung pada akhir tahun 2025 dan telah diserahkan secara resmi oleh Bupati Sumbawa bersamaan dengan sejumlah paket proyek lainnya di Polres Sumbawa, Kodim 1607 Sumbawa, serta Pengadilan Negeri Sumbawa.
Dari enam unit rumah dinas tersebut, baru dua unit yang sudah ditempati, masing-masing oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Sumbawa, Zanuar Irkham, SH dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) beserta keluarga.
Kepada samawarea.com, Jumat (23/1/26) sore, Kasi Intel Kejari Sumbawa, Zanuar Irkham, SH mengakui kondisi rumah dinas yang ditempatinya mengalami kebocoran. Hal itu sangat terasa ketika hujan turun, di mana air merembes dari atap sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuni.
“Kebocoran ini juga dirasakan oleh penghuni rumah dinas lainnya,” ungkapnya.
Mengingat proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan, Ia berharap rekanan pelaksana segera melakukan perbaikan agar rumah dinas tersebut bisa ditempati dengan layak dan nyaman sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), H. Irfan, belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi belum memberikan respon. (SR)






