Sumbawa Tenun Fashion Street 2025 Jadi Awal Rangkaian HUT Kabupaten Sumbawa ke-66

oleh -631 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Desember 2025) Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Wakil Bupati Sumbawa dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal menghadiri kegiatan Sumbawa Tenun Fashion Street Tahun 2025 yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa, Jumat malam (19/12/2025), di Jalan Merdeka, Sumbawa Besar.

Kegiatan yang mengangkat kekayaan wastra lokal ini turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, pelaku UMKM, para desainer lokal, serta masyarakat umum. Jalan Merdeka dipilih sebagai lokasi pelaksanaan guna menghadirkan tenun Sumbawa lebih dekat dengan ruang publik dan aktivitas keseharian masyarakat.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sumbawa Tenun Fashion Street dirancang sebagai ruang apresiasi budaya yang sederhana, terbuka, dan inklusif. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian awal penyemarak Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa ke-66 yang akan diperingati pada 22 Januari 2026.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur NTB beserta Ketua Dekranasda Provinsi NTB atas dukungan dan perhatian yang terus diberikan dalam pengembangan kriya dan wastra daerah, khususnya tenun Sumbawa.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyoroti tantangan serius dalam pelestarian tenun Sumbawa, terutama terkait regenerasi penenun di Desa Poto yang telah ditetapkan sebagai pusat tenun Sumbawa. Menurutnya, mayoritas penenun saat ini berusia di atas 50 tahun, sementara minat generasi muda terus menurun.

“Kondisi ini harus segera diantisipasi agar identitas tenun Sumbawa tidak tergerus,” tegas Bupati.

Ia mendorong OPD terkait, khususnya di bidang perindustrian dan perdagangan, untuk melakukan pembinaan berkelanjutan serta mendorong inovasi produk. Bupati juga mengajak para desainer lokal untuk mengembangkan variasi produk, termasuk tenun imitasi bermotif khas Sumbawa sebagai oleh-oleh terjangkau, tanpa menggeser posisi tenun asli sebagai produk premium.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Sumbawa Tenun Fashion Street 2025 yang dinilainya sebagai Fashion Street pertama di Sumbawa dengan hasil yang luar biasa.

Ia mengaku menikmati seluruh sajian peragaan busana dan melihat keberanian para desainer dalam menampilkan karya yang ekspresif dan berkarakter.

Beberapa desain bahkan dinilainya telah masuk kategori ready to wear dengan kualitas yang kompetitif. Menurutnya, dengan dukungan inkubasi dan panggung yang lebih luas, para desainer Sumbawa memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional.

Gubernur juga menyoroti ketimpangan nilai ekonomi yang selama ini dialami para penenun. Ia menyebutkan, proses pembuatan satu lembar kain tenun yang memakan waktu hingga dua minggu belum sebanding dengan margin yang diterima penenun. Hal inilah yang membuat generasi muda enggan menekuni profesi tersebut.

“Paradigma tenun sebagai sekadar handicraft harus diubah. Penenun harus diperlakukan sebagai artis, yang dihargai bukan hanya tenaganya, tetapi juga keterampilan dan ide,” ujarnya.

Menurut Gubernur, selama penenun dapat hidup layak, tenun akan tetap lestari dan pantas ditempatkan sebagai produk premium dengan segmen pasar tersendiri.

Sumbawa Tenun Fashion Street 2025 dimeriahkan dengan peragaan busana karya desainer lokal yang memadukan tenun Sumbawa dengan sentuhan desain kontemporer. Sejumlah pimpinan OPD dan unsur Forkopimda turut tampil sebagai model, sebagai bentuk dukungan dan keteladanan dalam mencintai serta menggunakan produk lokal.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Dekranasda, perangkat daerah, komunitas kreatif, pelaku UMKM, desainer lokal, serta dukungan masyarakat.

Dekranasda Kabupaten Sumbawa berharap Sumbawa Tenun Fashion Street dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pelestarian budaya serta penguatan ekonomi kreatif berbasis wastra lokal. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *