NTB–Sulsel Perluas Kerja Sama, dari Bawang Bima hingga Promosi Mandalika

oleh -598 Dilihat

MATARAM, samawarea.com (5 Desember 2025) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sepakat memperluas kerja sama strategis di sejumlah sektor unggulan. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam kunjungan resmi Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersama rombongan Forkopimda dan jajaran kepala daerah ke Pendopo Gubernur NTB, Jumat (5/12/2025).

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan historis, kultural, sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pariwisata, pertanian, UMKM, kerajinan, dan pengembangan perdagangan antarwilayah.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Sulsel. Ia menegaskan bahwa kedua provinsi memiliki hubungan erat yang telah terbentuk sejak lama, meskipun secara geografis dipisahkan oleh lautan.

“Kelihatannya jauh, terpotong samudera, tapi dekat di hati,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Miq Iqbal mengenang sejarah transmigrasi masyarakat NTB ke wilayah Palopo, Luwu Utara, hingga Mamuju, serta hubungan jalur laut yang sejak dulu menghubungkan Sumbawa dan Bima dengan Makassar dan Bugis.

Ia juga memaparkan potensi NTB di sektor pertanian dan pariwisata. Dengan bentang alam Lombok yang subur, kawasan Mandalika yang mendunia, hingga Gunung Rinjani yang menjadi ikon pendakian internasional, NTB disebut sebagai daerah yang cocok untuk investasi lintas sektor.

“Dalam satu hari, Bapak Ibu bisa menikmati pantai selatan di Sirkuit Mandalika, kemudian ke Gili atau naik ke Sembalun melihat lereng Rinjani. Lombok ini seperti bekerja sambil berlibur,” tuturnya.

Tak lupa, ia mengajak rombongan membawa berkah bagi pelaku UMKM lokal. “Jangan lupa beli oleh-oleh supaya UMKM kita tersenyum. Nanti kariernya naik, rezekinya banyak, tapi istri tetap satu saja,” selorohnya yang memecah suasana.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa hubungan emosional antara Sulsel dan masyarakat Dompu, Bima, serta Sumbawa sangat kuat. Ia secara khusus memuji kualitas Bawang Bima sebagai salah satu bibit terbaik di Indonesia.

“Di Indonesia ada dua bibit terbaik, di Brebes dan di Bima,” jelas Andi Sudirman.

Menurutnya, masyarakat Bima dan Dompu memiliki etos kerja tinggi, tidak mudah menyerah, dan sangat potensial sebagai mitra pengembangan pertanian di Sulsel.

Ia mengungkapkan bahwa petani dari Bima pernah diundang untuk menanam bawang di Sulsel dan hasilnya sangat memuaskan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulsel mengumumkan rencana pembangunan pusat kuliner dan kerajinan khas Sulsel. Konsepnya terinspirasi dari mal kerajinan NTB, yang dinilai berhasil mengelola produk lokal menjadi etalase wisata ekonomi kreatif.

“Tim kami sudah datang belajar ke NTB. Tahun depan kami targetkan punya pusat kerajinan dan kuliner khas Sulsel,” paparnya.

Gubernur Sulsel juga menekankan pentingnya memperkuat pasar wisatawan nusantara sebelum memperluas destinasi ke mancanegara. Ia mengundang NTB untuk bersinergi dalam paket wisata bersama.

Sebagai bentuk promosi wisata, ia juga memperkenalkan Pulau Tinaboh, destinasi yang meraih penghargaan internasional, di mana pengunjung dapat memberi makan baby shark langsung dari tepi pantai.

Dari pertemuan tersebut, kedua provinsi sepakat memperkuat pertanian yaitu pengembangan komoditas unggulan seperti bawang, beras, dan sistem pertanian kolaboratif. (SR)

kampungbet

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *